KKN di Desa Tangkisan Bayan, Mahasiswa Undip Demontrasikan Masalah Kesling ke Peserta Dawis

BAYAN, Menjalani program kerja (proker) perdana, mahasiswa Kuliah keria Nyata Tematik (KKN-T) Tim 36 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) melakukan demonstrasi Kesehatan Lingkungan (kesling). Yakni berupa demontrasi Pemanfaatan Digester Biogas dan Pemenuhan Gizi Seimbang, Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta Konsultasi Status Gizi.

Kegiatan dilakukan di lingkungan peserta dasa wisma (dawis) Alamanda dan Mawar, Desa Tangkisan, Minggu (11/1/2026). “Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan lingkungan dan status gizi,” kata perwakilan mahasiswa, Najla Fadia Cintaniagitas yang membawakan materi pemanfaatan digester biogas.

Selain Najla, mahasiswa lain yakni Jeremia Yohana Agitiya menyampaikan materi tentang pemenuhan gizi. Menurut mereka, para peserta dawis tersebut terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan yang belum pernah diperoleh sebelumnya. Mereka juga berinteraksi berupa tanya jawab.

Selain demonstrasi kesling, mahasiswa KKN-T 36 Kesmas Undip juga melaksanakan pemeriksaan IMT yang dipandu oleh Ummi Lailatul Maghfiroh. “Pemeriksaan IMT dilakukan untuk mengetahui status gizi peserta sebagai langkah awal deteksi risiko kesehatan, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik,” jelasnya.

Ketua Dawis Alamanda, Royya, menyatakan manfaat langsung dari kegiatan yang dilakukan Mahasiswa KKN-T-36 dari Undip tersebut. Menurutnya, para peserta dawis sangat terbantu karena mendapat pemahaman langsung tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus kesehatan tubuh.

Mahasiswa KKN-T-36 Undip dn warga usai lakukan kegiatan

“Penjelasan mengenai pemanfaatan digester biogas membuka wawasan kami bahwa limbah rumah tangga dan ternak dapat dikelola dengan lebih baik dan ramah lingkungan. Kami juga tertarik untuk menerapkan pembuatan digester biogas secara mandiri. Meskipun saat ini masih terkendala keterbatasan lahan atau tempat yang memadai,” ucap Royya.

Tak hanya itu, pemeriksaan IMT serta konsultasi gizi membuat para peserta sadar akan kondisi kesehatan masing-masing dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam keluarga. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan lingkungan dan status gizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup,” tandasnya.

Melalui rangkaian kegiatan demonstrasi kesehatan lingkungan dan gizi ini, mahasiswa KKN-T 36 Kesmas Undip berhasil memberikan penyadaran praktis kepada peserta dawis yang merupakan ibu-ibu warga Desa Tangkisan.  Para mahasiswa mendapatkan respon yang sangat positif dari para peserta. Warga pun tertarik untuk menerapkan ilmu yang didapat meski masih menghadapi beberapa kendala teknis.

Hal tersebut menunjukkan bahwa program ini sangat menyentuh kebutuhan nyata di lapangan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pijakan yang bagus untuk program berkelanjutan dan kerja sama lebih lanjut,” ucap Ummi.

Hal ini dilakukan demi terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan status gizi masyarakat di pedesaan secara berkesinambungan khususnya di Desa Tangkisan. (Dia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *