PURWOREJO, Slogan atau visi Purworejo Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif (Berseri) menjadi pedoman Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Purworejo dalam menjalankan program kerja (proker).
“Program kerja Bapperida Tahun 2026 mendatang adalah menjalankan visi Purworejo Berseri ke dalam tujuh program unggulan Pitulungan,” kata Kepala Bapperida Purworejo, Hery Raharjo.
Ditemui Purworejo News, Selasa (6/1/2026) sore, Hery menjelaskan bahwa ketujuh program unggulan Pitulungan itu mencakup kesejahteraan warga baik secara fisik maupun psikis. Yakni sehat wargane, pinter bocahe, religius wargane, ayem petanine, apik dalane, rame pasare, dan sejahtera wargane.
Meski begitu, Hery menjelaskan bahwa setiap tahun program tersebut dijabarkan secara tematik. “Tahun 2026 ini mengambil tema Penguatan Potensi Lokal sebagai Daerah Pengampu Ketahanan Pangan,” ujarnya.
Dijelaskan pula bahwa beberapa program tersebut sudah disinergikan dengan program prioritas pusat dan provinsi. “Ada program prioritas pusat dan juga 35 kewenangan delegasi provinsi ke kita. Jadi, untuk menjabarkan ini ada beberapa aktivitas yang ada di sana, termasuk dalam program unggulan Pitulungan,” ungkap Hery.
Dalam hal program pinter bocahe misalnya, Hery menyatakan hal itu sudah masuk ke ranah pendidikan baik di pusat maupun provinsi. Termasuk dalam hal anggaran. Pemda melalui Bapperida, lanjutnya, kemudian merencanakan program tersebut sesuai anggaran.
Hery menegaskan, semua proker tersebut telah mendapat persetujuan dewan. Termasuk pembuatan irigasi dan pembangunan gedung sekolah dan juga kantor kelurahan.
Terkait dengan pembangunan Pasar Kutoarjo, Hery menyebutkan bahwa hal itu akan dilakukan di tahun 2027. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan rencana anggaran pembangunan dengan pihak ketiga.

Menurutnya, meski dalam perjanjian dengan pihak ketiga baru akan selesai pada tahun 2028. Namun pemda akan mendorong agar tahun 2027 Pasar Kutoarjo sudah bisa kembali direnovasi.
Adapun terkait peruntukan lahan eks Plasa Purworejo, Hery menjelaskan, sama dengan Pasar Kutoarjo, realisasi pembangunannya akan dilakukan di tahun 2027. Nantinya sesuai dengan RTRW, kawasan tersebut akan digunakan untuk perdagangan dan jasa.
“Penjabarannya bermacam-macam, bisa untuk ruang publik dengan komunitas UMKM di sana. Atau bisa juga didirikan rumah sakit,” kata Hery.
Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa calon investor. Ia berharap tahun 2026 ini pemda sudah bisa metetapkan salah satu investor. Tentu saja nantinya dapat menggunakan lahan tersebut sesuai RTRW. Sehingga di tahun 2027 pembangunannya bisa dilaksanakan.
Hery berharap, fiskal nasional sudah stabil agar Pemda Purworejo bisa menyelenggarakan roda pemerintahan dengan semestinya. Ia juga berharap pendapatan asli daerah (PAD) Purworejo bisa semakin besar agar bisa merealisasikan program unggulan tersebut.
“Tapi koridornya sesuai dengan tematik untuk mencapai visi teersebut melalui program unggulan sampai tahun 2028 mendatang, sebelum kembali pelaksanaan pilkada. Nanti kita optimalkan dalam perencanaannya,” pungkas Hery. (Dia)

