BAYAN, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP2K), Budiman Sudjatmiko membeberkan suatu program yang memberikan reward atau apresiasi kepada pelaku aktivitas non ekonomi untuk dapat menukarkan poin di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun poin tersebut hanya dapat ditukarkan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Hal itu disampaikan Budiman saat meninjau Koperasi Merah Putih Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Sabtu (14/2/2026).
Budiman yang merupakan mantan aktivis 98 ini menyampaikan gagasan Presiden Prabowo untuk mengubah alat tukar rentan inflasi berupa poin. “Kita ingin membuat rupiah itu stabil. Program ini pun tidak menggunakan dana APBN, melainkan bisa berasal dari dana umat yakni Baznas dan filantropi,” ucapnya.
“Kita dapat memberikan reward bagi mereka yang tidak menghasilkan nilai ekonomi, tetapi melakukan aktivitas mulia sehari-harinya. Misalnya orang yang membersihkan kuburan dan mengajar mengaji. Termasuk juga ibu rumah tangga yang merawat anaknya, janda yang merawat orang tuanya. Mereka harus kita beri apresiasi,” jelas Budiman.
Program ini, lanjutnya, nantinya akan disinergikan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Agama. Adapun dananya bersumber dari non APBN yakni melalui Baznas atau gerakan filantropi sehingga tidak membebani anggaran negara.

Mekanismenya, lanjut Budiman, yakni dilakukan di tingkat desa di setiap kecamatan. Aktivitas orang-orang yang berbuat baik tersebut kemudian dikoordinir.
“Teknisnya nanti kami akan bicarakan dengan BRIN dan dengan Bapak Presiden, karena ini butuh teknologi. Kami juga sudah bicara dengan komisi di DPR dan Kementerian Agama tentang dana umat ini, bisa kita salurkan,” jelasnya.
Pada tahap awal, akan dilakukan pilot project di beberapa kabupaten di Jawa Barat, Aceh, NTT, dan Jawa Timur. Waktunya akan dimulai pada Ramadan tahun ini.
“Karena ini ide yang baru, mudah-mudahan bisa kita laksanakan segera. Saya optimistis program ini bisa berhasil karena sebelumnya pernah dilakukan dalam skala kecil bagi mereka yang melakukan kerja sosial,” imbuhnya.
Budiman menegaskan, program ini merupakan ide atau gagasan Presiden yang dikenal dengan sebutan Prabowonomic. Sebelumnya yakni MBG, sekolah rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, pembangunan 3 juta rumah, serta kampung nelayan.
“Kita ingin memastikan program-program agar rakyat itu terlindungi. Kita kasih tameng, tidak terganggu dari totalitas pasar keuangan global. Ini semata mata hasil musyawarah, konsensus, kesepakatan ekosistem di tiap kecamatan. Seperti MBG, sekolah rakyat, perumahan, koperasi desa merah putih. Nanti kita hitung bersama Presiden,” ucap Budiman.
Menurutnya, Presiden Prabowo adalah pribadi yang ikhlas, seperti dikatakan oleh Gus Dur. “Sebagai anak buah beliau, saya harus bisa mengikuti keikhlasan presiden. Ini yang paling berat,” ucapnya. (Dia)




























































Comment