PURWOREJO, Intensitas hujan yang turun hampir setiap hari dalam pekan terakhir menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo. Di tengah berlangsungnya masa tanam, kondisi cuaca tersebut dinilai masih dalam batas aman, meski petani diminta tetap waspada.
Kepala Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian DKPP Purworejo, Fitria Kurniawati, mengatakan berdasarkan kondisi saat ini pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna mempercepat musim tanam.
“Berdasarkan kondisi saat ini DKPP melakukan antisipasi dalam menyediakan fasilitasi sarana dalam percepatan musim tanam antara lain ketersediaan penyaluran pupuk bersubsidi, hibah benih, dan alsin pertanian,” jelas Fitria kepada Purworejo News, Senin (22/2/2026).
Ia menjelaskan, pola hujan yang terjadi saat ini masih dalam kisaran Kalender Tanam (Katam) normal, yakni Maret–April 2026. Jadwal tersebut dapat maju atau mundur tergantung pada ketersediaan air irigasi. “Masih dalam kisaran Kalender Tanam normal,” imbuh Fitria.
Sejauh ini, lanjutnya, belum ada laporan sawah tergenang maupun petani yang menunda tanam akibat hujan deras. Bahkan, di beberapa kecamatan sudah mulai memasuki masa panen.
“Sampai saat ini belum ada laporan sawah tergenang ataupun petani yang menunda tanam padi. Bahkan beberapa kecamatan ada yang mulai panen, kalau yang sudah panen malah cepat-cepat olah tanah dan tanam lagi mumpung ada hujan,”katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi tetap memiliki potensi risiko, terutama jika terjadi genangan dalam beberapa hari.
“Untuk fase awal tanam padi, asal tidak sampai banjir yang menggenang beberapa hari masih aman,” terangnya.
Kelembapan tinggi akibat curah hujan juga berpotensi meningkatkan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti wereng batang coklat (WBC), penyakit kresek, serta penggerek batang padi. Wilayah yang dinilai relatif rawan jika hujan terus-menerus terjadi antara lain Kecamatan Butuh, Ngombol, dan Kemiri.
Meski ada tantangan, DKPP tetap optimistis target produksi musim tanam tahun ini dapat tercapai. Ia pun berpesan agar petani meningkatkan kewaspadaan apabila hujan berlangsung terus-menerus.
“Apabila hujan terus menerus petani harus waspada terhadap serangan WBC, kresek dan penggerek batang padi. Caranya, dengan meningkatkan pengamatan secara dini, mengatur jarak tanam, pemupukan berimbang, tanam padi jajar legowo. Selain itu juga mengatur pengairan secara berselang, membersihkan saluran air irigasi agar air dapat mengalir dengan lancar,” pungkasnya. (Ita)




























































Comment