PURWOREJO, Berdasarkan hasil
tes fisik dan kesehatan 140 atlet Porprov Purworejo disebutkan kondisi mereka dalam kategori cukup. Namun masih diperlukan peningkatan pada sejumlah aspek fisik dan kebugaran. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Kepelatihan dan Penyusunan Program, Indriati dalam rapat koordinasi (rakor) KONI pada Rabu (25/2/2026) sore.
Rakor diadakan untuk membahas tentang hasil tes fisik dan kesehatan yang diadakan pada awal Februari lalu. Rakor dihelat di RM Satu Satu, Rabu (25/2/2026) sore, dihadiri pengurus KONI serta ketua cabor.
Dalam paparannya, Wakil Ketua KONI itu menyampaikan hasil tes fisik dan kesehatan para atlet Porprov Purworejo. Ia menjelaskan beberapa materi tes beserta fungsinya.
“Power Tungkai berfungsi untuk melihat power dan kelenturan. Sit and Reach untuk mengukur fleksibilitas otot dan sendi, khususnya di area pinggul dan punggung bawah,” jelasnya di hadapan peserta rakor.
Menurut Indriati yang juga merupakan , fleksibilitas ini penting, karena otot yang terlalu kaku bisa membatasi gerak dan meningkatkan risiko cedera. Selain itu juga dibahas materi tes lainnya yakni Beep Test untuk mengistimasi VO2 Max (Volume Oxygen Maximum).

Ia mengungkapkan, VO2 Max yang di bawah standar dapat mengakibatkan atlet cepat lelah dan kurangnya performa olahraga. Standar cukup untuk atlet yaitu 50-60 mlkg/menit.
Pemaparan dilanjutkan dengan pembahasan hasil tes kesehatan oleh Ketua Tim Kesehatan, Supadi. “Berdasarkan cek fisik dan kesehatan atlet yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, hasil menunjukan bahwa terdapat banyak atlet yang kondisi kesehatannya belum bisa dikatakan baik untuk standar atlet,” bebernya.
Dari hasil analisa kesehatan atlet berdasarkan detak nadi, tinggi dan berat badan, serta tensi, ia menyimpulkan adanya temuan atlet-atlet yang memiliki tekanan darah cukup tinggi. Hal itu dikarenakan faktor kebiasaan, serta faktor usia. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut supaya bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang maksimal.
Terkait hasil tersebut, Ketua KONI Muhamad Abdullah mengimbau agar para atlet dapat meningkatkan peforma kesehatan serta disiplin dalam menjalankan latihan rutin.
Selain membahas hasil tes fisik dan kesehatan atlet Porprov, acara rakor juga berupa masukan dari Bendahara Umum KONI, Widiarso Yuliastono terkait dengan adanya PJP atlet.
“Perlu ditetapkan target kesiapan atlet dalam mengikuti ajang Porprov 2026. Hal ini dilakukan demi meningkatkan keseriusan atlet dalam mempersiapkan diri di Porprov 2026, selain itu agar Anggaran Hibah KONI dapat benar benar terserap,” kata Yuli. Acara diakhiri dengan buka puasa bersama. (Dia)




























































Comment