PURWOREJO, Purworejo dinilai memiliki kekayaan sumber daya manusia dan alam yang besar. Namun tanpa pemetaan yang komprehensif, potensi tersebut dikhawatirkan sulit menjadi kekuatan pembangunan.
Hal itu menjadi topik utama dalam sarasehan dan peluncuran buku “Sinergitas Pembangunan Purworejo”. Acara digelar oleh Bagelen Institute di Ruang Arahiwang, Kantor Setda Kabupaten Purworejo, Sabtu (14/2/2026).
Forum tersebut menghadirkan sejumlah penulis untuk memaparkan langsung inti pemikiran yang mereka tuangkan dalam buku.
Ketua panitia, Supriono, menyebut buku ini sebagai “kado pemikiran” untuk Hari Jadi ke-195 Purworejo. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan sinergi dan kontribusi ide dari berbagai elemen, baik yang berada di dalam maupun luar daerah.

Tidak hanya itu, menurut Suprinono, Bagelen Institute juga mewacanakan perlunya mendorong berdirinya perguruan tinggi negeri di Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari penguatan SDM dan nilai-nilai strategis daerah.
Salah satu penulis buku, Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir dan penyusunan dokumen komprehensif mengenai potensi serta tantangan daerah. Menurutnya, buku semacam itu dapat menjadi rujukan strategis sekaligus memberi gambaran utuh bagi investor yang ingin memahami kondisi Purworejo.
Bupati Purworejo yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Stephanus Aan Nugroho, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Pemikiran dan gagasan yang muncul hendaknya terus berkembang dan berkelanjutan, menjadi gerakan bersama khususnya melibatkan anak muda dalam membangun Purworejo,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten I Setda Purworejo Ahmad Jainudin, Kepala OPD, perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Purworejo, komunitas, mahasiswa, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. (Ita)




























































Comment