Angka CKG Purworejo Lampaui Target Nasional, Warga Diimbau Kembali Manfaatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

PURWOREJO, Hingga akhir tahun 2025, angka Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kabupaten Purworejo mencapai 399.818 dari 809.651 penduduknya. Angka tersebut setara dengan 49,4% dan berhasil melebihi target nasional sebesar 36%.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Purworejo, dr. Sudarmi, melalui Kabid
Kesehatan Masyarakat, dr. Nur Salim. Saat ditemui, Rabu (21/1/2026), ia menyebutkan, dari 27 layanan kesehatan masyarakat yang ada di Kabupaten Purworejo, Puskesmas Kutoarjo paling maksimal dalam pelayanan CKG, mencapai 100%, bahkan melebihi jumlah penduduknya.

“Target penduduknya itu 14.737 jiwa. Nah, yang dilayani ada 15.645. Mungkin karena di sana banyak sekolah. Sehingga saat tercatat mendapat layanan di sekolah, meskipun secara kependudukan bukan warga Kutoarjo,” jelas Nur Salim.

Meski demikian, ada juga layanan kesehatan yang capaian CKG-nya rendah. Seperti Puskesmas Ngombol yang baru mencapai 25,3%.

Kabid Kesmas Dinkesda Purworejo, dr. Nur Salim

Nur Salim menjelaskan, bagi masyarakat yang sudah mendapatkan pelayanan CKG di tahun 2025, dapat kembali mendaftar di tahun 2026 ini. Hal itu karena di tahun ini Dinkesda kembali menargetkan jumlah warga Purworejo yang mendapatkan pelayanan CKG. Yakni 55% atau naik sekitar 6% dari tahun sebelumnya.

Adapun pelaksanaan CKG dapat dilakukan di 27 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini.

“Terutama masyarakat kelompok risiko tinggi. Yakni bayi baru lahir, paling tidak 70% yang mendapatkan CKG. Kemudian kelompok balita dan anak pra sekolah dengan target 55%. Berikutnya, kelompok lansia berusia 60 tahun ke atas yang memiliki risiko tinggi, dengan target 45%. Yang terakhir, anak usia sekolah dan remaja minimal 35% dapat terlayani,” jelasnya.

Kepala Dinkesda, dr. Sudarmi pun kembali mengimbau warga Purworejo agar memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis CKG di pukesmas terdekat, tanpa menunggu hari lahirnya.

“Tujuannya, supaya kita dapat mengidentifikasi faktor risiko, mendeteksi sebelum sakit, serta mengobati saat sakit agar tidak bertambah sakitnya,” jelas Sudarmi. (Dia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *