PURWOREJO, Hotel Ganesha Purworejo yang telah siap “go public” memiliki berbagai fasilitas. Diantaranya dua buah kolam renang untuk anak-anak dan dewasa. Masing-masing dengan kedalaman 0,6 meter dan 1-1,5 meter ke arah utara. Kedua kolam renang tersebut terletak di lantai satu hotel, berada di sisi luar sebelah barat lobi dengan view gedung hotel lima lantai.
Adapun resto yang menjadi bagian inti dari hotel, juga terletak di lantai satu, berhadapan dengan kolam renang dan taman. Tak cukup satu, Hotel Ganesha memiliki dua resto sekaligus, yakni outdoor dan indoor dengan luas masing-masing 128m2. Selain itu, di lantai 1 juga terdapat ruang rapat kecil dengan fasilitas 20 orang di sisi barat lobi.
Tak hanya itu, di lantai 1 Hotel Ganesha yang beralamat di Jalan Kolonel Sugiyono, Kepatihan ini juga disediakan tiga gerai UMKM, berada di sayap barat hotel dengan luas 20m2. “Tujuannya untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM menawarkan produk mereka kepada tamu hotel,” kata Kabid Destinasi Wisata Dinporapar Purworejo, Edi Nur Widyoko saat ditemui di Hotel Ganesha, Rabu (7/1/2026).
Sesuai dengan standar pelayanan, di hotel tersebut juga disediakan toilet khusus difabel. Juga ruang khusus genset yang berada di lantai 1 hotel tersebut.
Adapun di lantai 2 dan 3 terdapat masing-masing berisi 20 kamar saling berhadapan, dengan lorong memanjang yang lantainya dibalut karpet berwarna coklat. Disamping itu di lantai 2 juga terdapat jembatan penghubung antara hotel menuju akses Gedung Ganeca Convention Hall (GCH).

Selain AC, di masing-masing kamar hotel tersedia fasilitas TV LED 32″ lengkap dengan kamar mandi dan toilet dan perlengkapan almari mini. “Setiap lantai terdapat 14 twin room, tujuh king room, dan satu suite room yang terkoneksi ke dua kamar sekaligus,” jelas Edi.
Ia merinci, di setiap lantai juga disediakan tangga darurat hingga ke bagian roof top. Hanya saja, saat akan dioperasionalkan pada tahun ini, akses menuju lantai 4 dan 5, termasuk roof top akan ditutup sambil menunggu pengerjaan tahap berikutnya.
Edi menjelaskan, sampai saat ini, pekerjaan di tahap ketiga mencakup hal-hal urgen. Seperti pemasangan lift, penambahan daya listrik, pembuatan tempat parkir yang mampu menampung sekitar 60 kendaraan roda empat seluas 2.000 m². Di tempat parkir juga disediakan fasilitas kamar mandi dan urinoir.
Pekerjaan tahap tiga lainnya, lanjut Edi, berupa pembuatan jalan penghubung antara hotel dan Gedung GSH di lantai 2, pemasangan CCTV, dan lampu penerangan hotel. Termasuk pengerasan pengaspalan jalan sampai ke area parkir.
Juga pengecekan beberapa bagian sesuai dengan rekomendasi dari tim sertifikasi laik fungsi (SLF), baik di dalam kamar hotel maupun ruangan lainnya. Termasuk ukuran pintu kamar untuk difabel yang disesuaikan dengan ketentuan.
Seain itu berupa pengecekan beberapa bagian dan fasilitas yang mengalami kerusakan, mengingat pembangunan hotel tersebut sempat terhenti sekitar satu tahun. Misalnya bocor kecil pada bagian plafon.

Hal penting lainnya yang dikerjakan di tahap ketiga yakni terkait pengurusan SLF serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Pihaknya merasa lega karena dua syarat tersebut telah dimiliki oleh Hotel Ganesha sehingga sudah dinyatakan laik untuk dioperasionalkan.
“Alhamdulillah, dua dokumen itu sekarang sudah clear. Intinya bahwa hotel ini sudah mempunyai PPG dan SLF, otomatis bisa dinyatakan layak untuk bisa dioperasionalkan,” tegas Edi.
Ia bersyukur, pihak kontraktor yakni
CV Wahana Karya yang dikomandoi oleh Agus Darmanto bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan juga kooperatif. Tidak hanya itu, pada pengerjaan tahap ketiga ini, pemda bisa berhemat sekitar Rp1,2 miliar. Karena dari pagu anggaran Rp6,6 miliar realisasinya Rp5,4 miliar.
“Setelah serah terima gedung, selanjutnya mencari operator atau syukur-syukur ada investor untuk menyelesaikan sisa pembangunan gedung di lantai 4 dan 5. Termasuk juga untuk isian hotel, sehingga kita bisa kembali menghemat anggaran,” pungkas Edi. (Dia)

