PURWOREJO, Di hari pertama masuk sekolah pada Senin (13/7/2026), sebanyak 254 siswa kelas 7 SMPN 4 Purworejo mulai mengikuti kegiatan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Kepala SMPN 4, Teguh Prayitno pun menyematkan tanda kepesertaan MPLS sebagai tanda dimulainya kegiatan tersebut. Penyematan dilakukan kepada perwakilan siswa kelas 7 di sela kegiatan upacara bendera.
Ditemui usai upacara bendera, kepala SMPN 4 melalui Waka Kesiswaan Pawitno menyampaikan, MPLS di SMPN 4 akan dilaksanakan selama enam hari. “Sebenarnya lima hari sampai Jumat, namun kami tambahkan sampai Sabtu,” kata Pawitno.
Ia menjelaskan, tambahan satu hari kegiatan MPLS digunakan untuk kegiatan Deklarasi Anti Perundungan yang akan dilakukan oleh seluruh siswa kelas 7 dan juga dihadiri perwakilan orang tua mereka.
Tidak hanya itu, nantinya mereka semua juga akan menandatangani naskah deklarasi dan Komitmen Rukun Teman, termasuk juga perwakilan orangtua.
“Tujuannya supaya nantinya mereka ingat bahwa saat masuk SMPN 4 pernah melakukan deklarasi anti bulying. Dengan demikian diharapkan mereka akan selalu mentaati deklarasi yang pernah mereka ikrarkan,” kata Pawitno.

Selain itu, di hari yang sama juga akan dilakukan pentas ajang penggalian minat bakat siswa kelas 7, baik kesenian seperti menyanyi, menari, atau memainkan alat musik. “Ini juga sekaligus menginventarisasi minat bakat siswa yang dapat dikembangkan untuk mengikuti berbagai lomba mewakili SMPN 4 nantinya,” imbuh Pawitno.
Adapun untuk materi MPLS selama lima hari, para siswa akan mendapatkan materi wajib dan pilihan. Materi wajib antara lain berupa senam ceria, Budaya 5S, dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia. Adapun materi pilihan berupa pengenalan bimbingan dan konseling (BK) serta pengenalan berbagai jenis ekstra kurikuler yang ada di SMPN 4.
Pawitno menegaskan, tahun ini semua pemateri berasal dari internal sekolah. Hal itu karena materi yang disampaikan sudah cukup familiar disampaikan oleh para guru yang ada di SMPN 4.
Adapun kegiatan MPLS dilakukan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 12.50. Jam pelajaran tersebut sama dengan siswa kelas 8 dan 9 sehingga mereka pulang bersama kakak kelasnya.
Terkait seragam yang dikenakan selama MPLS, Pawitno menyebutkan bahwa pihak sekolah tidak mewajibkan memakai seragam identitas SD masing-masing pada hari Rabu dan Kamis. Termasuk seragam Pramuka pada hari Jumat dan Sabtu. “Silakan bebas tapi sopan, daripada baju yang lama sudah kekecilan atau terlalu pendek,” ujarnya.
Melalui MPLS ini, pihaknya berharap agar para siswa dapat bisa lebih mengenal lingkungan sekolah mereka yang baru dan dapat segera menyesuaikan diri. Selain itu juga mereka diharapkan bisa lebih mengembangkan minat dan bakat mereka secara maksimal. (Dia)



































Comment