KUTOARJO, Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo terus berupaya menggelorakan semangat berliterasi di tengah masyarakat. Di sela-sela kegiatan pelayanan bagi pemustaka, Perpusda juga aktif menjadi narasumber terkait literasi dalam berbagai kegiatan. Seperti yang dilaksanakan dalam acara Masa Taaruf Santri Baru (Masta) Pondok Pesantren Nurul Mubarok Kemiri, Selasa (7/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Perpusda diundang untuk menjadi memberikan pembekalan terkait peningkatan minat baca dan literasi di lingkungan pesantren.
Kabid Perpustakaan Sigit Sudibyo mengatakan bahwa budaya literasi sudah lama tumbuh di lingkungan pesantren. Sehingga tidak mengherankan kalau banyak tokoh atau penulis terkenal yang berasal dari pesantren.
“Namun di era digital saat ini, kita menghadapi tantangan yang cukup berat dalam membangun budaya literasi. Sehingga anak-anak pesantren yang umumnya tidak boleh mengakses gadget secara bebas, diharapkan terus menjadi pelopor budaya literasi,” katanya.

Pada bagian lain ia mengatakan, perpusda terus bertransformasi bukan hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Namun juga menjadi pusat belajar masyarakat, dengan berbagai kegiatan inklusi sosial.
“Kalau misalnya kalian bosan seharian membaca buku di perpustakaan, bisa diselingi kegiatan diskusi, nonton film, main basket, berteater dan sebagainya. Semuanya boleh dilakukan di perpusda dan ada fasilitasnya,” katanya menyemangati.
Pengasuh Ponpes Nurul Mubarok Muh Acisno mengungkapkan, sebenarnya minat baca santri di pesantrennya cukup tinggi. Namun pihaknya mengakui kekurangan bahan bacaan, sehingga berinisiatif melakukan kerjasama dengan perpusda untuk melaksanakan silang layan.
Sebelumnya, Perpusda juga menghadiri kegiatan inhouse training, yang diikuti guru-guru SD Muhammadiyah Kutoarjo. Rokhmah dan Andry Wijaya yang menjadi narasumber dari perpusda menyampaikan berbagai hal terkait literasi. (Dia)



































Comment