PURWOREJO, Festival Layang Layang Nasional yang menjadi agenda rutin Dinporapar Purworejo kembali dihelat. Selama dua hari, Sabtu dan Minggu (4-5/7/2026), lomba digelar di Pantai Ketawang, Grabag mulai pagi hingga sore hari.
Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Kabid Pemasaran Pariwisata Dinporapar Purworejo, Neira Anjar Pujisosilo menjelaskan, tercatat ada 31 tim yang akan mengikuti perhelatan prestisius tersebut.
“Rinciannya, 27 peserta nasional dan empat tim dari Jepang, Malaysia, Singapura, dan Prancis,” jelas Neira saat dihubungi pada Sabtu (4/7/2026) pagi. Adapun peserta nasional, lanjutnya, berasal dari Jakarta, Banten, Jawa Timur, DIY, dan Jawa Tengah.
Disebutkan, ada empat kategori lomba yang bisa dipilih oleh peserta. Yakni Layang Layang Tradisional dan Dua Dimensi yang akan digelar pada Hari Sabtu. Berikutnya, Kategori Tiga Dimensi dan Train Naga pada hari Minggu sekaligus pembukaan acara oleh Bupati Yuli Hastuti.
Selain itu, panitia juga mengadakan workshop pembuatan layang-layang tradisional untuk anak-anak serta eksebisi. “Hasil karya layang layang tradisional yang dibuat oleh anak-anak akan mereka terbangkan saat acara pembukaan,” imbuh Neira.
Ia mengungkapkan, masing-masing pemenang pada tiap kategori akan mendapatkan hadiah dari panitia berupa piala dan uang tunai. Adapun untuk HTM yakni Rp 5.000 per orang dengan retribusi untuk sepeda motor Rp5.000 dan mobil Rp10.000.

Terkait antisipasi membludaknya pengunjung, pihaknya telah menyiapkan rekayasa parkir. Hal tersebut berkaca dari event serupa tahun lalu. Bersama Satlantas Polres Purworejo, simulasi jalur pun telah dilakukan.
Neira mengklaim, pihaknya telah menghitung secara rinci estimasi ruang parkir per meter perseginya. Dijelaskannya, untuk akses masuk utama, semua kendaraan baik motor maupun mpbil tetap masuk melalui pertigaan/perempatan lapangan Ketawangrejo ke arah selatan dengan titik tiketing yang disebar untuk mengurai antrean.
Khusus untuk motor diizinkan masuk hingga area cemara di samping mercusuar dengan posisi parkir menghadap ke timur. Sedangkan Jalur pulang akan diarahkan ke timur menuju Pantai Jetis.
Sedangkan untuk mobil, parkir diprioritaskan sebelum mercusuar, memanfaatkan kawasan hutan nyamplung milik Perhutani dan lahan perkebunan warga. Untuk jalur keluar mobil diarahkan ke barat lalu ke utara hingga tembus kembali ke Jalan Daendels.
“Jika pengunjung datang siang hari dan kantong parkir bagian dalam sudah penuh, panitia telah menyediakan jasa ojek untuk mengantar ke lokasi pantai,” imbuh Neira.
Ditegaskannya bahwa jalur alternatif dari arah Pantai Jetis hanya bisa diakses dua arah oleh sepeda motor. Mobil dilarang masuk karena jalur yang sempit dan tidak bisa berpapasan. Adapun jarak berjalan kaki dari kantong parkir ke pantai maksimal hanya 300 meter.
Pihaknya mengimbau agar semua pengunjung mematuhi peraturab yang telah ditetapkan agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan lancar. Selain itu juga ia mengimbau agar pengunjung memakai kacamata dan topi untuk menghindari panas dan debu, selain juga masker sebagai antisipasi. (Dia)



































Comment