LOANO, Smanli Culture Run menjadi puncak kegiatan Lustrum VII SMAN 5 Purworejo. Kegiatan yang dihelat Minggu (12/4/2026) ini diikuti ratusan peserta dari kategori umum dan siswa serta guru SMAN 5 atau Smanli.
Menempuh jarak lima km, peserta tak hanya sekedar berolahraga namun juga sekaligus mengenal situs budaya yang ada di Loano yakni Padepokan Gagak Handoko. Ia merupakan adipati Loano terakhir di Purworejo yang wafat pada tahun 1836.Adipati Gagak Handoko dikenal sebagai senopati setia Pangeran Diponegoro selama Perang Jawa.
Tak hanya itu, iringan lantunan gamelan Panca Laras di lokasi situs Gagak Handoko membuat nuansa kultural semakin kental. Dengan mengenakan batik, tujuh siswa SMAN 5 yang mengikuti ekskul gamelan menabuh gamelan di pendopo yang letaknya di bawah makam Gagak Handoko.
“Smanli Culture Run, selain bermuara pada segi kesehatan, tujuannya adalah juga untuk melestarikan budaya lokal. Yakni peserta melintasi area Museum dan Makam Gagak Handoko pada kilometer 2,5 dari jarak tempuh lima km Smanli Culture Run,” ungkap Kepala SMAN 5, Muh Kuntoaji di sela acara, Minggu (12/4/2026).

Smanli Culture Run digelar, lanjutnya, adalah sebagai pengingat bahwa SMAN 5 merupakan sekolah penyangga budaya, khususnya di Loano yang dahulu merupakan Kadipaten Lowano. Selain itu, peserta juga melewati Masjid Sunan Geseng. Menurut sejarah, masjid ini didirikan oleh Sunan Geseng, seorang murid Sunan Kalijaga pada tahun 1472.
Peserta pun menikmati suasana pedesaan yang masih asri, lengkap dengan sawah dan sungai di sepanjang etapenya. Adapun Smanli Culture Run dimulai pada pukul 06.30. Peserta dibagi menjadi dua kategori yakni umum dan internal masing-masing putra dan putri.
Tak hanya dari lokal Purworejo, Smanli Culture Run juga diminati pelari dari wilayah di luar Purworejo. Seperti dari Yogyakarta, Temanggung, dan Wonosobo. Mereka antusias mengikuti lomba yang tak hanya menyediakan hadiah uang pembinaan, namun juga bonus nuansa alami pedesaan serta dapat mengenal cagar budaya Loano.
Kadindikbud Yudhie Agung Prihatno serta Ketua MKKS SMA, Cahyo Winarno yang pernah menjadi kepala SMAN 5, juga turut memeriahkan event pamungkas rangkaian peringatan 35 tahun Smanli.

Yudhie menuturkan, Pemkab mengapresiasi kegiatan Smanli Culture Run yang diadakan SMAN 5 di momen ulang tahun ke-35. “Ini merupakan kegiatan positif karena tidak hanya membuat raga sehat, tetapi juga ada makna lain. Yakni pengenalan lokasi cagar budaya lokal berupa museum Gagak Handoko, dan Masjid SunanGeseng, ” ucap Yudhie.
Menurutnya, bagi pelajar atau siswa, kegiatan ini dapat lebih meningkatkan wahana pembelajaran di luar sekolah. “Ini kan sebagai wahana pengenalan peninggalan budaya yang ada. Termasuk tokoh Gagak Handoko yang selama ini cukup dikenal masyarakat Purworejo,” pungkasnya.
Selain Smanli Culture Run, rangkaian kegiatan lain untuk memeriahkan lustrum kali ini sudah dimulai sejak Jumat (10/4/2026). Yakni lomba internal atau antar kelas, berupa ketangkasan tradisional, tumpeng, serta pemilihan Dimas Diajeng Smanli. Juga tasyakuran yang diikuti oleh seluruh warga sekolah.
Sedangkan kegiatan eksternal yang digelar hari Jumat berupa cek kesehatan gratis serta pelatihan komputer bagi perangkat desa. Juga Smanli Bersholawat dengan mengundang warga sekitar sekolah.
Berikutnya, di hari Sabtu (11/4/2026) berupa pentas seni dan grand final pemilihan Dimas Diajeng Smanli. Puncaknya berupa Launching Ikatan Keluarga Alumni Loano Bersaudara (Ika Lodra) sekaligus ajang silaturahmi antar angkatan. (Dia)






































































Comment