KUTOARJO, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan upgrade rangkaian kereta pada sejumlah perjalanan guna menghadirkan pengalaman mudik yang lebih nyaman bagi masyarakat, termasuk di Stasiun Kutoarjo.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa peningkatan layanan ini berlaku pada masa Angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10).
Pada KA Kutojaya Selatan Tambahan relasi Kutoarjo – Kiaracondong PP, rangkaian yang sebelumnya menggunakan kereta kelas ekonomi tegak lurus dengan kapasitas 80 tempat duduk, kini diganti menggunakan kereta ekonomi new generation modifikasi dengan kapasitas 72 tempat duduk.
”Kursi pada kereta ini memiliki sandaran yang dapat diatur sudut kemiringannya ke belakang, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan,” katanya.

Sementara itu, KA Kutojaya Utara relasi Kutoarjo – Pasarsenen PP yang sebelumnya hanya terdiri atas kereta kelas ekonomi kini ditingkatkan menjadi rangkaian campuran. Yakni dua kereta ekonomi dan tujuh kereta eksekutif.
”Selama masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 5 Purwokerto menyediakan total 80.256 tempat duduk untuk KA-KA keberangkatan awal Stasiun Kutoarjo. Terdiri atas 59.884 tempat duduk KA reguler dan 20.372 tempat duduk KA tambahan, yaitu KA Kutojaya Utara dan KA Kutojaya Selatan Tambahan,” ujar As’ad.
Hingga Senin (2/3/2026) sore, KAI Daop 5 Purwokerto mencatat penjualan tiket untuk KA-KA keberangkatan awal Stasiun Kutoarjo telah mencapai 43.221 tiket atau sekitar 54% dari total kapasitas yang disediakan. KAI mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket lebih awal agar mendapatkan jadwal yang diinginkan.
”KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat selama periode Angkutan Lebaran,” pungkasnya. (Dia)




































Comment