KUTOARJO, Pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan, terlebih di bulan suci Ramadhan yang penuh makna dan refleksi diri. Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo, dukungan pimpinan menjadi faktor utama dalam memastikan kegiatan pembinaan berjalan secara optimal dan berkesinambungan.
Kepala LPKA Kutoarjo, Ahmad Fauzy, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan pembinaan kerohanian bagi Anak Binaan, khususnya selama bulan Ramadhan. Ia pun memberikan arahan agar seluruh jajaran turut berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Ramadan diisi dengan berbagai program. Seperti tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, tausiyah, serta pesantren kilat. Dukungan Ahmad Fauzy tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga moral dan motivasional.
Dirinya juga mendorong petugas untuk memberikan pendampingan yang humanis dan edukatif. Sehingga anak binaan tidak hanya menjalankan ibadah secara rutinitas, tetapi juga memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Ia pun memastikan sarana dan prasarana pendukung ibadah tersedia dengan baik serta menjalin koordinasi dengan pihak eksternal, seperti tokoh agama atau lembaga keagamaan untuk memperkaya materi pembinaan.
Dengan demikian, pembinaan kerohanian tidak berjalan secara formalitas, melainkan menjadi momentum pembentukan karakter dan penguatan mental bagi anak binaan.
Di bulan Ramadan, suasana kebersamaan semakin terasa. Kepala LPKA Kutoarjo menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan penuh empati dalam membina anak-anak binaan, agar mereka merasakan perhatian dan bimbingan, bukan sekadar pengawasan.
Dukungan tersebut memberikan dampak positif yang nyata. Anak binaan menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan keagamaan, suasana LPKA menjadi lebih kondusif, dan nilai-nilai disiplin serta kebersamaan semakin tumbuh.
Melalui kepemimpinan yang suportif dan berorientasi pada pembinaan, Ahmad Fauzy membuktikan bahwa pembinaan kerohanian di bulan Ramadan bukan hanya agenda tahunan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membentuk pribadi yang lebih baik dan mempersiapkan anak binaan kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih kuat dan positif. (Dia)




























































Comment