PURWOREJO, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menghadiri acara Purworejo Expo, sekaligus membuka Festival Kopdes Merah Putih. Kehadiran Menteri dalam Purworejo Expo sebagai bentuk dukungan kegiatan yang memfasilitasi para pelaku KUKM tersebut. Dalam kesempatan itu, Menkop mendorong agar Purworejo Expo dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Saya mendukung kegiatan Purworejo Expo seperti sekarang ini. Saya mengusulkan agar dibuat rutin. Kami dari Kementerian akan mendukung karena acara seperti ini yang banyak melibatkan pegiat UMKM,” ujar Menteri saat menyampaikan sambutan di hadapan pelaku UMKM Purworejo, Sabtu (14/2/2026).
Menteri hadir didampingi Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi adalah unsur pelaksana di Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI,
Destry Anna Sari serta Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Harmonisasi dan Kolaborasi Ekosistem Koperasi, Wahyono.
Di hadapan Bupati dan Wabup Purworejo, Menkop menyampaikan agar koperasi melakukan transformasi strategi dengan melibatkan UMKM dan membawa pesan kekinian dan modern sehingga menjadi pilihan generasi muda.
Menteri pun menyinggung tentang resep IMF yang tidak bisa digunakan. Terutama Karena banyaknya masyarakat di desa terjerat hutang dan terlalu banyaknya rantai ekonomi sehingga Presiden memerintahkan untuk segera melakukan pembebasan.
“Termasuk membentuk 80 ribu KDMP bulan Maret tahun lalu. Pembentukannya pun harus ada aspirasi dari bawah. Sekarang sudah masuk tahap pembangunan gudang fisik dan kelengkapan, termasuk infrastruktur. Saat ini sudah 30 ribuan KDMP yang sedang dibangun fisiknya. April sudah selesai,” ungkap Menteri.
Dirinya mengakui, pendirian KDMP menghadapi masalah mendasar. Yakni banyak desa yang belum ada listriknya, tidak adanya akses internet. Juga desa pesisir tidak terdapat stasiun SPBU untuk melayani solar nelayan.

“Kami pun berkoordinasi dengan berbagai pihak. Untuk koperasi yang belum ada listriknya, kami komunikasi dengan PLN membuat PLTS. Yang belum ada akses internet, kami rapat dengan Komdigi dan penyedia layanan internet. Semua dilakukan agar KDMP bisa berjalan,” jelasnya.
Ia mengakui tugasnya berat karena tidak hanya mengoperasionalkan koperasi tapi mengatasi masalah yang timbul dalam upaya pendirian KDMP yang butuh dukungan banyak pihak.
Di Purworejo, menurutnya KDMP akan menjual barang ritel, gerai obat, dan klinik dan juga usaha keuangan serta pergudangan logistik. Termasuk menjual hasil produksi pelaku UMKM.
“Satu hal lagi, koperasi harus ramah anak muda yang jumlahnya mendominasi jumlah penduduk Indonesia. Saya berharap Kopdes Purworejo jadi contoh untuk wilayah sekitarnya,” pungkas Menteri.
Apapun Bupati Yuli Hastuti menyebutkan bahwa kehadiran Menteri Koperasi menjadi kehormatan, sekaligus penguat komitmen dalam memajukan koperasi dan ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, Purworejo Expo pada hakikatnya merupakan ajang untuk menampilkan dan mempromosikan produk unggulan daerah, khususnya hasil karya UMKM, koperasi, serta potensi desa yang menjadi kebanggaan Kabupaten Purworejo.
Bupati menyebutkan bahwa Festival Koperasi Desa Merah Putih menjadi bagian penting yang menegaskan peran koperasi sebagai penggerak ekonomi perdesaan dan wadah pemberdayaan masyarakat.
“Koperasi desa diharapkan mampu memperkuat tata niaga yang adil, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha di desa,” ujarnya. (Dia)




























































Comment