BANYUURIP, Sebuah truk tronton yang sedang melintas dari arah timur menuju barat, ambles di Jalan Banyuurip – Niten. Tampak dua ban truk tronton bagian kiri belakang ambles ke dalam tanah sekitar lebih dari 30 cm.
Akibatnya truk tronton tidak dapat melanjutkan perjalanan. Beruntung, lokasi amblesnya kontainer itu masih menyisakan ruang untuk mobil ukuran kecil keluar masuk ke arah Jalan Niten.
Terkait dengan hal tersebut, Koordinator Lapangan PPK 2.5 Bina Marga, Suwarno memberikan penjelasan. Ditemui di Kantor PPK 2.5 Bina Marga, Jalan Yogyakarta KM 5 Keduren, Suwarno menyampaikan bahwa lokasi truk tronton yang bannya ambles itu sebelumnya merupakan bekas galian pipa milik Pertamina.
“Kalau dari Jalan Pendowo sampai Don Bosco sebelah kanan arah Purworejo itu sebelummya ada galian pipa Pertamina. Mungkin pengembalian dari pipa Pertamina itu menurut metode mereka kan tidak dipadatkan secara langsung. Jadi pemadatannya dilakukan secara periodik, untuk yang dilapis di atas pipa itu mengeras dulu secara alami,” jelas Suwarno, Kamis (12/2/2026).

Meski demikian pihaknya pernah mengamati bahwa bagian atas tetap harus padat, karena memang di lokasi itu rawan ambles. “Mungkin kalau dengan mengamati yang dari dulu-dulu banyak sekali dari Pendowo sampai Don Bosco yang mengalami kejadian seperti saat ini. Mungkin kejadian yang sekarang itu, kalau tidak salah tronton terlalu menepi,” lanjut Suwarno yang biasa disapa Nano.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Nano menyebutkan bahwa pihaknya telah membuat rambu rambu berisi peringatan rawan ambles. “Rambu rambu tersebut berada di sekitar empat km lokasi bekas pipa Pertamina,” imbuhnya.
Selain itu nantinya akan dilakukan penanganan berupa jalan beton dari Don Bosco sampai depan Pasar Krendetan. Juga dari Cengkawak sampai depan Kantor Bina Marga PPK 2,5 akan dilakukan hal serupa.
“Pengerjaan akan dilakukan setelah lebaran agar tidak membuat macet para pemudik yang akan melintas di sepanjang jalan tersebut. Waktu yang dibutuhkan sekitar empat hingga lima bulan,” jelas Nano. Adapun pelaksanaan secara multi years dan bertahap hingga tahun 2027.
Pihaknya pu memberi imbauan, terutama kepada kendaraan bertonase berat agar jangan terlalu menepi saat melintas di area tersebut. (Dia)




























































Comment