Dihadiri Bupati, Mustama I PKBP di Jakarta Perkuat Sinergi Warga Purworejo di Perantauan

JAKARTA, Bupati Yuli Hastuti menghadiri Musyawarah Utama (Mustama) I yang diselenggarakan oleh paguyuban Persaudaraan Keluarga Besar Purworejo (PKBP) di Graha BKKS Salemba, Jakarta, Minggu (18/1/2026). Kehadiran Bupati beserta jajaran pejabat Pemkab Purworejo ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi warga perantauan. Juga untuk membangun sinergitas dalam proses pembangunan daerah.

Acara ini menjadi momentum penting bagi Pemkab dan warga Purworejo di Jabodetabek untuk menyelaraskan langkah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung halaman.

Bupati hadir didampingi oleh Anggota Komisi 1 DPRD Danan Purnomo, Plt. Asisten Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan Suranto, serta Asisten Administrasi Umum Budi Wibowo.

Selain itu, turut mendampingi pula Kepala DinsosdaldukKB Andang Nugerahatara Sutrisno dan Kepala Dinkominfostasandi Ganis Pramudito. Mereka bersama-sama mengikuti jalannya diskusi panel dengan pengurus PKBP, Ketua Paguyuban Keluarga Besar Purworejo (Pakuwojo) Rendra Kusuma Wijaya, serta tokoh masyarakat Purworejo di Jakarta.

Dalam sesi paparan panelis, Bupati menekankan bahwa pelestarian kesenian daerah, seperti Dolalak dan Jaran Kepang, yanb telah menjadi bagian integral dalam RPJMD Kabupaten Purworejo 2025–2029. Pemkab berkomitmen melakukan pembinaan ekosistem seni, integrasi budaya dalam kurikulum pendidikan, hingga digitalisasi agar kesenian lokal tetap relevan bagi generasi muda.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti

“Pemkab Purworejo menempatkan pelestarian kesenian daerah sebagai bagian dari misi pembangunan untuk menciptakan manusia Purworejo yang berkarakter dan berdaya saing. Kami ingin kesenian tidak hanya lestari, tapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata,” ujar Bupati.

Terkait usulan pembangunan Rumah Singgah di Jakarta bagi warga Purworejo, Bupati menyatakan menyambut baik gagasan tersebut selama didasarkan pada kajian kebutuhan yang riil. Namun, ia juga memberikan penjelasan yang transparan mengenai kondisi fiskal daerah saat ini.

“Pada prinsipnya, keberadaan Rumah Singgah di Jakarta dimungkinkan untuk membantu warga yang menjalani pengobatan rujukan atau urusan sosial lainnya. Akan tetapi, hal ini harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Selain isu sosial dan budaya, Bupati juga memaparkan peluang investasi yang terbuka lebar di Purworejo dengan jaminan proses perizinan yang mudah dan cepat. Ia menyampaikan beberapa upaya Pemkab dalam menarik investor serta mendapatkan dukungan pusat. Seperti dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Jatimalang dan Kertojayan.

Menutup sambutannya, Bupati Yuli Hastuti mengapresiasi semangat PKBP yang ingin berkontribusi bagi daerah. “Pemkab Purworejo sangat mendukung upaya partisipatif masyarakat perantauan demi percepatan pembangunan. Sinergi antara warga di Jakarta dan pemerintah daerah adalah kunci agar kita tidak kalah dengan daerah lain dalam membangun tanah kelahiran,” pungkasnya. (Ita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *