BANYUURIP, Sehari menjelang purna tugas sebagai Kepala SMPN 26 Purworejo, Dr. Nikmatur Rahmah menyempatkan diri untuk memberikan penghargaan bagi siswa yang berprestasi di ajang Popda 2025. Bertempat di ruang guru pada Jum’at (28/2/2025), belasan siswa yang berhasil meraih medali dari berbagai cabor yang diikuti, mendapatkan penghargaan dari kepala sekolah, termasuk penyerahan piagam dari panitia Popda.
Wajah bahagia bercampur haru terpancar dari para siswa yang menerima penghargaan dari Nikmah yang akan meninggalkan sekolah setelah tiga tahun lima bulan mengabdi di SMPN 26. Bahagia karena mereka mendapatkan penghargaan dari kepala sekolah secara langsung. Adapun rasa haru karena mereka tidak dapat kembali bersama Nikmah yang dianggap banyak berjasa bagi kemajuan sekolah yang berlokasi di Desa Popongan Banyuurip itu.
Nikmah pun tak dapat menahan rasa harunya. Didampingi guru pembina, Nikmah menyerahkan penghargaan sambil berpesan kepada para siswa agar mereka tetap semangat dan dapat terus berprestasi.

Terkait pencapaian hasil Popda, Waka Kesiswaan, Angga Kusumardani menjelaskan, SMPN 26 mengikuti 10 dari 24 cabor yang dilombakan pada gelaran Popda tahun ini. “Total ada 17 medali yang dibawa pulang para atlet SMPN 26. Rinciannya tiga emas, enam perak, dan delapan perunggu,” jelas Angga.
Tiga medali emas diperoleh dari cabor petanque (1) dan tinju (2). Enam perak masing-masing dari cabor tinju (3), pencak silat (1), dan balap sepeda (2). Sedangkan delapan perunggu dari cabor tinju (5), pencak silat (1), handball (1), dan balap sepeda (1). Sementara cabor voli pasir, voli indoor, basket, atletik, dan renang belum berhasil meraih medali tahun ini.
Angga berharap nantinya kepala sekolah pengganti Nikmah dapat mempertahankan reputasi sekolah yang mulai membaik dibanding waktu sebelumnya.
Senada dengan Angga, Nikmah menyampaikan harapan agar SMPN 26 tetap dapat berprestasi dan menjadi sekolah yang bermartabat serta terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. “Saya yakin para guru dan anak-anak bisa, selama mereka punya kemauan untuk dapat berubah ke arah yang lebih baik,” ucap Nikmah. (Dia)