PURWOREJO, Sebanyak 141 siswa SMK negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Purworejo mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tahun 2026. Mereka bersaing mengikuti 20 mata lomba yang dikompetisikan di tingkat kabupaten. Ke-20 mata lomba tersebut berasal dari lima cabang. Yakni Teknik, TIK, Pariwisata, Kesehatan, serta Bisnis dan Manajemen.
Selain 20 mata lomba yang dikompetisikan di tingkat kabupaten, ada juga yang langsung melaju ke tingkat provinsi dan pernah ke LKS nasional. Yakni Nautika dari SMKN 4 dan Kuliner SMKN 3.
“Target kami tahun ini ada tiga mata lomba yang bisa masuk LKS Nasional. Yakni Teknik Mesin, Nautika, dan Kuliner. Teknik Mesin dilombakan dalam LKS Kabupaten, sedangkan Nautika dari SMKN 4 dan Kuliner SMKN 4 langsung ke provinsi. Diharapkan target tersebut kembali dapat diraih di tahun ini,” ungkap Ketua MKKS SMK Kabupaten Purworejo, Wahyono saat membuka acara LKS di Auditorium SMKN 1, Senin (12/1/2026).
Pembukaan LKS dihadiri Kasi SMK Cabdin VIII Titik Nuraini mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Maryanto, Pengawas SMK Cabdin VIII – Magelang Bani Mustofa dan Achmad Chamdani, Ketua MKKS SMP Purworejo Sutarto. Juga kepala SMK peserta LKS, serta juri dan peserta lomba.
Wahyono menambahkan, LKS digelar empat hari mulai Senin hingga Kamis (12-15/22/2026) berlokasi di 13 SMK negeri dan swasta di Purworejo. “20 mata lomba tahun ini tersebar di 13 SMK di Kabupaten Purworejo. Yakni enam SMK yang berlokasi di sisi barat Sungai Jali dan tujuh lainnya di sisi timur,” jelasnya.
Enam SMK berada di sisi barat Sungai Jali yakni SMKN 6, SMK Institut Indonesia, SMK Maarif VIP, SMK Nurussalaf Kemiri, SMK Pancasila 2 Kutoarjo, dan SMK Patriot Pituruh. Adapun tujuh lainnya di sisi timur. Yakni SMKN 1, SMK Kesehatan, SMK Batik, SMK an Nawawi, SMK TKM, SMK PN, dan SMK Hayim Asy Ary.

Terkait pelaksanaan LKS di Kabupaten Purworejo, ia menegaskan, meski juknis dari provinsi belum turun, namun pihaknya tetap melaksanakan di bulan Januari ini. Hal tersebut dengan pertimbangan agar pelaksanaan bisa dilakukan sebelum bulan Ramadan yakni Februari.
“Ini berdasarkan kesepakatan panitia. Bila dalam perjalannya, juknis turun di bulan Maret, maka paling tidak di bulan ini sudah muncul juara mewakili kabupaten dan mereka tetap akan mengikuti ketentuan. Yakni mengikuti kegiatan DUDI sebagai salah satu komponen penilaian ke jenjang berikutnya,” jelas Wahyono.
Ia pun berharap para juri dan peserta bisa mentaati peraturan sesuai dengan janji yang telah diucapkan. Para juri diharapkan tidak punya kepentingan dengan peserta lomba dan bersikap fair play.
Kacabdin VIII Maryanto dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasi SMK, Titik Nuraini menyebutkan bahwa LKS perlu dikembangkan sebagai bekal menghadap tantangan. Hal itu karena diperlukan mental yang kuat untuk melaju ke tingkat nasional.
“Tujun LKS ini adalah untuk mempersiapkan SDM yang unggul dan siap berkompetisi di masa depan.
Setiap lomba bukan hanya meraih kemenangan tapi menjunjung tinggi sportivitas dan kerja keras,” kata Maryanto melalui Titik.
Dirinya pun mengapresiasi panitia LKS Kabupaten Purworejo yang menyelenggarakan lomba meski juknis belum turun. Dirinya berharap hasil lomba dapat benar-benar merepresantasikan juara yang dapat membawa nama baik Purworejo di level berikutnya. (Dia)

