Berlangsung Meriah, Grebeg Budaya Purworejo 2026 Tampilkan Duta Seni 16 Kecamatan

PURWOREJO, Sebanyak 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo menampilkan duta seni tradisional dalam Grebeg Budaya Purworejo 2026 yang digelar di depan Pendopo Kabupaten Purworejo, Sabtu (7/2/2026) sore. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo.

Gelaran budaya tahunan tersebut berlangsung meriah dengan ribuan warga memadati kawasan pendopo hingga sepanjang rute kirab. Masyarakat antusias menyaksikan beragam pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan secara bergiliran oleh masing-masing kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, mengatakan Grebeg Budaya menjadi wadah bagi setiap kecamatan untuk menampilkan kekhasan seni dan budayanya masing-masing.

“Konsep kegiatan ini adalah menampilkan duta-duta seni dari 16 kecamatan dengan ciri khas masing-masing. Setiap grup tampil sekitar lima hingga tujuh menit di depan panggung kehormatan dan dewan juri. Kemudian dilanjutkan kirab mengelilingi alun-alun,” jelasnya.

Adapun Rute kirab dimulai dari Pendopo Kabupaten Purworejo. Melewati SD Maria, Kantor Bupati, SMK Negeri 3 Purworejo, AD Mutiara Ibu, Dekranasda, dan berakhir di Garnisun Purworejo. Sepanjang rute, masyarakat disuguhi atraksi seni tradisional yang beragam dan menghibur.

Bupati membuka acara Grebeg Budaya Purworejo Tahun 2026

Berbagai kesenian lokal ditampilkan, seperti tari Cing Poling, Jaran Kepang, Dolalak, hingga sejumlah tari kreasi yang dikemas secara inovatif sehingga tidak terkesan monoton.

Grebeg Budaya Purworejo 2026 juga dilombakan dan dinilai oleh dewan juri profesional yang terdiri dari dua juri asal Yogyakarta dan satu juri dari Purworejo. Panitia menyediakan hadiah bagi lima penampil terbaik dengan total hadiah jutaan rupiah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan Purworejo lebih luas sekaligus menumbuhkan semangat para pelaku seni untuk terus nguri-uri seni dan budaya lokal,” imbuh Yudhie.

Adapun Bupati Yuli Hastuti menegaskan bahwa Grebeg Budaya merupakan wujud komitmen bersama dalam melestarikan seni tradisi dan kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat Purworejo.

“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, persatuan, serta kebanggaan terhadap kekayaan budaya daerah,” katanya.

Ia berharap Grebeg Budaya dapat terus menjadi agenda budaya yang mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi, sekaligus memperkuat identitas masyarakat Purworejo dan mendorong pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif daerah.(Dia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *