Berita

Akan Diterapkan, Penggajian PNS Berdasarkan Kinerja

PURWOREJO, Sekretaris Daerah Purworejo Drs Tri Handoyo MM menegaskan, Undang-Undang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) menuntut Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk lebih kreatif dan aktif dalam melakukan pekerjaan. Tidak saja dinilai kedisiplinan dan tanggungjawabnya, namun juga dinilai prestasi kerjanya. Semua diukur dengan kinerja, termasuk sistim penggajian PNS akan diperhitungkan berdasar kinerja. Hal tersebut ditegaskan pada peringatan HUT ke 15 Dharma Wanita Persatuan, di aula kantor PKK, beberapa waktu lalu. Hadir Ketua DWP Ny Sri Yuni Astuti Tri Handoyo, Ny Sri Puji Astuti Medi Priyono, dan 200 orang dari perwakilan unsur DWP se Kabupaten Purworejo.

Selengkapnya: Akan Diterapkan, Penggajian PNS Berdasarkan Kinerja

Purworejo Kirim Relawan ke Lokasi Bencana Banjarnegara

PURWOREJO, Sebanyak 15 relawan bencana Purworejo diberangkatkan ke lokasi bencana longsor Banjarnegara.  Meraka dipimpin Kabid Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Drs Edy Purwanto. Rombongan dilepas Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg dari halaman kantor Bupati Puworejo, Selasa (16/12). "Saya merasaq bangga karena relawan bencana Purworejo telah siap untuk diberangkatkan ke Banjarnegara tanpa saya perlu memberikan instruksi. Ini adalah wujud kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ujar Bupati. 

Selengkapnya: Purworejo Kirim Relawan ke Lokasi Bencana Banjarnegara

Fakultas Peternakan Bantu Buku-buku kepada Peternak Somongari

PURWOREJO, Fakultas Peternakan UGM menyerahkan bantuan buku-buku panduan tentang peternakan kepada peternak Desa Somongari Kecamatan Kaligesing, Minggu (14/12) lalu. Penyerahan dilakukan oleh Budi Guntoro SPt MSc PhD, Wakil Dekan Fakultas Peternakan UGM, kepada Hartono Ketua Kelompok Tani Panca Warga, disaksikan penyuluh pertanian Wahyudi SPt MSc. Penyuluh pertanian Wahyudi mengungkapkan, penyerahan buku tersebut merupakan rangkaian dari pendampingan dan pembinaan Fakultas Peternakan UGM kepada kelompok tani Panca Warga yang sudah berlangsung sejak tahun 2012.  Buku yang diserahkan antara lain buku-buku tentang manajemen pemeliharaan ternak kambing sampai pada buku perihal pemasaran.

Selengkapnya: Fakultas Peternakan Bantu Buku-buku kepada Peternak Somongari

Konsultan dari Belanda Tinjau Irigasi di Purworejo

 

PURWOREJO, Tim IOB dari pemerintah kerajaan Belanda, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Partisipatory Irigation Sector Projek (PISP) di Kabupaten Purworejo. Tim tamu yang terdiri dari tiga orang, diterima Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, Jumat (12/12), di peringgitan runmah dinas. Hadir mendampingi tim tamu, Yulianto dari Ditjend Irigasi dan Rawan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Tim IOB terdiri dari Willem J Vandast (Konsultan), Verteo Bodnart, dan Joep Schenk. Selama dua hari mereka meninjau proyek irigasi di Desa Gintungan Kecamatan Gebang, daerah irigasi Mranti dan Desa Mudalrejo, daerah irigasi Kaliduren. Sedang hari kedua meninjau di Desa Tridadi Kecamatan Loano, yang belum mendapat proyek irigasi.

Selengkapnya: Konsultan dari Belanda Tinjau Irigasi di Purworejo

Purworejo Peroleh Penghargaan Peduli HAM

PURWOREJO, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg Kabupaten Purworejo mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) 2014 atas penilaian tahun 2013 dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Penghargaan diberikan langsung oleh Menkumham Yasonna Laoly kepada Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, pada puncak peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke 66 di kantor Kemenkumhan Jakarta, Rabu (10/12). Bupati mengungkapkan selain Purworejo, penghargaan serupa juga diberikan kepada 56 kabupaten/kota se Indonesia. “Tentu penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Purworejo,” katanya.

Selengkapnya: Purworejo Peroleh Penghargaan Peduli HAM

Pimoinan SKPD Diniali Kurang Serius Kembangkan Klaster

PURWOREJO, Ketua klaster jagung Daryono menilai keseriusan pimpinan  SKPD dalam mengembangkan klaster masih kurang. Ia mencontohkan, dari undangan hari itu yang ditandatangani Kepala Bappeda, ternyata hanya beberapa SKPD saja yang hadir. Untuk itu, ia mengusulkan ke depan agar yang mengundang Sekretaris Daerah, agar mendapat perhatian dari pimpinan SKPD. Dikatakan, rendahnya perkembangan klasternya juga akibat pendanaan dari pemerintah minim. Ia mengaku, pernah mencoba membuat tepung jagung, pakan ternak dari bonggol jagung.  Kemudian ia mengajukan permohonan bantuan peralatan kepada pemerintah melalui SKPD terkait. Namun sampai sekarang bantuan tak kunjung datang.

Selengkapnya: Pimoinan SKPD Diniali Kurang Serius Kembangkan Klaster

Mulai Januari 2015 Anggota Veteran Terima Tunjangan dan Uang Kehormatan

PURWOREJO, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran RI (LVRI) Kabupaten Purworejo, Mayor (Pur) Subagyo dalam sebuah upacara di pemakaman Desa Condongsari Banyuurip, Senin (3/11)mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran RI , para anggota LVRI akan menerima dana tunjangan dan uang kehormatan. Dana itu direncanakan akan mulai diterimakan Januari 2015. Selama ini lanjut Subagyo, berdasar UU Nomor 7 Tahun 1967 para anggota LVRI yang menerima dana tunjangan dan uang kehormatan, hanyalah mereka yang tidak menerima pensiun baik sebagai PNS maupun militer. “Tunjangan itu sifatnya melimpah, jika anggota meninggal masih bisa dierimakan kepada istrinya,” jelasnya.

Selengkapnya: Mulai Januari 2015 Anggota Veteran Terima Tunjangan dan Uang Kehormatan

Makam H Soeminto Dipancangi Bambu Runcing

PURWOREJO, Kabupaten Purworejo kehilangan sosok pembela Tri Komando Rakyat (Trikora) H.Soeminto BA, yang ikut mempertahankan Irian Barat sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Soeminto yang wafat pada 21 Oktober lalu itu, diberikan penghargaan berupa bambu runcing bendera merah putih yang dipancangkan di atas pusaranya. Pemancangan bambu runcing dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran RI (LVRI) Kabupaten Purworejo, Mayor (Pur) Subagyo dalam sebuah upacara di pemakaman Desa Condongsari Banyuurip. Senin (3/11). Upacara pemancangan bambu runcing dihadiri keluarga, pengurus veteran, dan beberapa pejabat Pemkab Purworejo.

Selengkapnya: Makam H Soeminto Dipancangi Bambu Runcing

Kasus HIV/AIDS di Purworejo Meningkat

PURWOREJO, Hingga saat ini HIV/AIDS masih merupakan salah satu penyakit mematikan dan mengalami peningkatan kasus yang signifikan dari tahun ke tahun. Di Kabupaten Purworejo, kasus HIV/AIDS ditemukan pertama kali tahun 2008 sebanyak 4 kasus dan cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga Oktober 2014 ini, sudah ditemukan 28 kasus HIV/AIDS. Kasusnya lebih banyak kasus HIV, dikarenakan selain kegiatan surveilans yang masih kurang optimal, dukungan dana yang kurang memadai, juga karena penderita HIV/AIDS di Purworejo kebanyakan bekerja di luar daerah, dan ketika pulang di Purworejo sudah dalam kedaan sangat terlambat. Demikian dikatakan Wakil Bupati Purworejo selaku Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Purworejo, yang diwakili Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM drg Nancy Megawati MM, saat menerima audiensi KPA Provinsi Jawa Tengah di ruang Otonom, Rabu (29/10). KPA Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 5 orang, dipimpin sekretarisnya Suwandi Sawadi SKM MKes.

Selengkapnya: Kasus HIV/AIDS di Purworejo Meningkat

Tak Serahkan SPJ, Anggaran KONI Purworejo terancam Tak Cair

PURWOREJO, Pemerintah Kabupaten Purworejo menolak pencairan anggaran KONI dari APBD tahun 2014 karena sampai sekarang KONI masih "hutang" SPJ anggaran tahun 2012 sebesar Rp 1,5 M. Bahkan pengurus KONI bisa diancam pidana jika hasilpemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan merekomendasikannya. Penyerahan SPJ merupakan syarat mutlak untuk pencairan anggaran hibah dari APBD. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Purworejo Drs Pram Prasetyo Achmad MM di ruang kerjanya Kamis (23/10) lalu. Untuk diketahui, beberapa bulan lalu KONI Purworejo melakukan pergantian pengurus dari ketua lama Subandi kepada ketua baru Djoko Manto. Hingga kini pengurus baru tidak bisa mencairkan anggaran APBD 2014 sebesar Rp 900 juta.

Selengkapnya: Tak Serahkan SPJ, Anggaran KONI Purworejo terancam Tak Cair