Berita

Mulai Januari 2015 Anggota Veteran Terima Tunjangan dan Uang Kehormatan

PURWOREJO, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran RI (LVRI) Kabupaten Purworejo, Mayor (Pur) Subagyo dalam sebuah upacara di pemakaman Desa Condongsari Banyuurip, Senin (3/11)mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran RI , para anggota LVRI akan menerima dana tunjangan dan uang kehormatan. Dana itu direncanakan akan mulai diterimakan Januari 2015. Selama ini lanjut Subagyo, berdasar UU Nomor 7 Tahun 1967 para anggota LVRI yang menerima dana tunjangan dan uang kehormatan, hanyalah mereka yang tidak menerima pensiun baik sebagai PNS maupun militer. “Tunjangan itu sifatnya melimpah, jika anggota meninggal masih bisa dierimakan kepada istrinya,” jelasnya.

Selengkapnya: Mulai Januari 2015 Anggota Veteran Terima Tunjangan dan Uang Kehormatan

Makam H Soeminto Dipancangi Bambu Runcing

PURWOREJO, Kabupaten Purworejo kehilangan sosok pembela Tri Komando Rakyat (Trikora) H.Soeminto BA, yang ikut mempertahankan Irian Barat sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Soeminto yang wafat pada 21 Oktober lalu itu, diberikan penghargaan berupa bambu runcing bendera merah putih yang dipancangkan di atas pusaranya. Pemancangan bambu runcing dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran RI (LVRI) Kabupaten Purworejo, Mayor (Pur) Subagyo dalam sebuah upacara di pemakaman Desa Condongsari Banyuurip. Senin (3/11). Upacara pemancangan bambu runcing dihadiri keluarga, pengurus veteran, dan beberapa pejabat Pemkab Purworejo.

Selengkapnya: Makam H Soeminto Dipancangi Bambu Runcing

Kasus HIV/AIDS di Purworejo Meningkat

PURWOREJO, Hingga saat ini HIV/AIDS masih merupakan salah satu penyakit mematikan dan mengalami peningkatan kasus yang signifikan dari tahun ke tahun. Di Kabupaten Purworejo, kasus HIV/AIDS ditemukan pertama kali tahun 2008 sebanyak 4 kasus dan cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga Oktober 2014 ini, sudah ditemukan 28 kasus HIV/AIDS. Kasusnya lebih banyak kasus HIV, dikarenakan selain kegiatan surveilans yang masih kurang optimal, dukungan dana yang kurang memadai, juga karena penderita HIV/AIDS di Purworejo kebanyakan bekerja di luar daerah, dan ketika pulang di Purworejo sudah dalam kedaan sangat terlambat. Demikian dikatakan Wakil Bupati Purworejo selaku Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Purworejo, yang diwakili Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM drg Nancy Megawati MM, saat menerima audiensi KPA Provinsi Jawa Tengah di ruang Otonom, Rabu (29/10). KPA Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 5 orang, dipimpin sekretarisnya Suwandi Sawadi SKM MKes.

Selengkapnya: Kasus HIV/AIDS di Purworejo Meningkat

Tak Serahkan SPJ, Anggaran KONI Purworejo terancam Tak Cair

PURWOREJO, Pemerintah Kabupaten Purworejo menolak pencairan anggaran KONI dari APBD tahun 2014 karena sampai sekarang KONI masih "hutang" SPJ anggaran tahun 2012 sebesar Rp 1,5 M. Bahkan pengurus KONI bisa diancam pidana jika hasilpemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan merekomendasikannya. Penyerahan SPJ merupakan syarat mutlak untuk pencairan anggaran hibah dari APBD. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Purworejo Drs Pram Prasetyo Achmad MM di ruang kerjanya Kamis (23/10) lalu. Untuk diketahui, beberapa bulan lalu KONI Purworejo melakukan pergantian pengurus dari ketua lama Subandi kepada ketua baru Djoko Manto. Hingga kini pengurus baru tidak bisa mencairkan anggaran APBD 2014 sebesar Rp 900 juta.

Selengkapnya: Tak Serahkan SPJ, Anggaran KONI Purworejo terancam Tak Cair

Dibangun, Embung Bagelen untuk Cukupi Kebutuhan Air baku Bagi 275 KK

PURWOREJO, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH melakukan peninjauan di lokasi pembangunan Embung Bagelen, yang terletak di Desa Sokoagung Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo, Rabu (8/10). Kedatangannya ini untuk mengetahui secara langsung pelaksanaan pembangunan embung yang dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Tengah tersebut. “Saya mau memastikan saja bahwa ini sudah dikerjakan. Alhamdulillah didelok wis ketok blegere (dilihat sudah kelihatan wujudnya)," ucap Gubernur.

Selengkapnya: Dibangun, Embung Bagelen untuk Cukupi Kebutuhan Air baku Bagi 275 KK

Bupati Purworejo : Hari Jadi Purworejo 5 Oktober Bukan Harga Mati

PURWOREJO, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain M.Ag menyatakan, pihaknya tidak bisa menutup mata bahwa sampai saat ini masih ada pendapat pro dan kontra mengenai Hari Jadi Kabupaten Purworejo. Berbagai pendapat yang muncul itu merupakan hal yang wajar dan patut dihormati, sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Namun ia mendandaskan bahwa yang perlu digarisbawahi adalah bahwa penetapan tersebut sudah memiliki dasar hukum yakni Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 1994 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Purworejo. “Oleh karena itu, alangkah bijaksananya apabila selama kita masih memakai dasar hukum tersebut, maka sudah semestinya kita amankan dengan sebaik-baiknya,” kata Bupati dalam pidato Hari Jadi ke-1113 Kabupaten Purworejo dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (8/10).

Selengkapnya: Bupati Purworejo : Hari Jadi Purworejo 5 Oktober Bukan Harga Mati

HUT Ke-69 TNI Dimeriahkan Atraksi Penumpasan Teroris

PURWOREJO, Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 69 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di alun-alun Purworejo Selasa (7/10), dimeriahkan berbagai atraksi.  Batalyon Infanteri 412 Riders dan Kodim 0708 menampilkan atraksi cara menanggulangi teroriseme dengan pasukan elit. Sedangkan SMK PN 2 Purworejo menampilkan devile Marching Band ”Bahana Suara Pembaharuan“. Dalam acara tersebut juga dilakukan potong tumpeng yang dilakukan oleh Bupati Purworejo Drs Mahsun Zain MAg dan diserahkan kepada  Bintara Pembina Desa (Babinsa) terbaik tahun 2014  yaitu Sersan Dua Yuda Hermanto dari Koramil 01 Purworejo.

Selengkapnya: HUT Ke-69 TNI Dimeriahkan Atraksi Penumpasan Teroris

Ziarah ke Makam Cokronegoro Awali Peringatan Hari Jadi Purworejo

PURWOREJO, Menjelang peringatan Hari Jadi Purworejo ke 1113, para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Kamis (2/10), ziarah ke makam bupati-bupati terdahulu. Ziarah di pimpin Assisten Sekda bidang Administrasi dan Kesra Drs Bambang Ariyawan MM. Ziarah dilakukan di makam Keluarga Cokronegoro di komplek makam Desa Bulus dan Kayulawang Kelurahaan Mudal. Acara diselenggarakan secara sederhana namun belangsung khidmad. Rombongan melakukan tahlil dan doa bersama, dipimpin kyai setempat. Kemudian dilanjutkan tabur bungan di pusara makam. Dikomplek makam Desa Bulus terdapat makam RAA Cokronegoro I, III dan IV. Semula Cokronegoro ke IV dimakamkan di Yogyakarta, kemudian dipindahkan menjadi satu komplek di makam Desa Bulus. Ziarah dilanjutkan di makam Kayulawang Kelurahan Mudal, di makam Cokronegoro II.

Selengkapnya: Ziarah ke Makam Cokronegoro Awali Peringatan Hari Jadi Purworejo

Revitalisasi Gedung SMA N 5 Purworejo Telan Dana Rp 1,5 M

PURWOREJO, SMA Negeri 5 Purworejo melakukan revitalisasi gedung perkantoran senilai Rp 1,5 miliar. Kegiatan revitalisasi tersebut dilaksanakan dengan anggaran bantuan melalui pos Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Revitalisasi bangunan perkantoran diresmikan oleh Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain Mag beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu juga diresmikan gapura SMAN 5 yang dibangun menggunakan dana komite sebagai pendamping senilai Rp 150 juta.

Selengkapnya: Revitalisasi Gedung SMA N 5 Purworejo Telan Dana Rp 1,5 M

Besok Siang Karnaval SLTA, Instansi dan Umum

PURWOREJO, Karnaval pembangunan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 69 tingkat Kabupaten Purworejo, masih menyisakan satu kategori lagi. Yakni kelompok SLTA/instansi dan umum, yang akan digelar Rabu (27/8). Rute yang akan dilewati hampir sama dengan karnaval tingkat SD/SLTP/UPT, namun lebih panjang. Start dimulai dari panggung kehormatan di jalan Proklamasi depan kantor Setda, pukul 13.00 WIB, kemudian bergerak ke Jalan Urip Sumoharjo. Sama dengan karnaval SD/SLTP/UPT, kalau tahun sebelumnya melewati SMPN 1, maka tahun ini berbelok melewati Jl Ki Mangunsarkoro depan SMAN 7. Kemudian ke Jalan Mayjen Sutoyo, hingga depan Dinas Dikbudpora, Jl Kartini, Jl Dewi sartika, Jl Setiabudi dan mencapai Jl Mayjen Sutoyo depan TBA. Karnaval terus bergerak ke arah Stasiun, Pasar Suronegaran, Plaza, Pasar Baledono, Patung WR Soepratman, Pegadaian, Kantor Pos dan finish di alun-alun depan SD Maria. (*)