KALIGESING, Meski memiliki pesona panorama alam yang asri dan indah, Obyek Wisata (obwis) Gua Seplawan belum cukup menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke sana. Gua Seplawan yang berada di Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing ini masih relatif sepi pengunjung, bahkan pada liburan lebaran tahun ini.
Pengelola obwis Gua Seplawan, Kelik Danang Danu Rumekso saat ditemui Purworejo News pada Sabtu (5/4/2025) sore menyebutkan, akses jalan yang ekstrem menjadi faktor utama sepinya obwis yang berlokasi di perbukitan Menoreh pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut ini.
“Keluhan pengunjung Gua Seplawan adalah aksesnya yang cukup ekstrem. Banyak mobil yang balik kanan dengan adanya hambatan tersebut karena tidak berani naik,” kata Kelik. Selain itu, menurutnya, meski memiliki pesona alam yang indah, obwis ini perlu dilengkapi dengan wahana bermain anak.
“Kan yang suka datang kemari itu keluarga, termasuk anak-anak. Kalau orang dewasa suka dengan panorama alam, sedangkan anak-anak kan cepat bosan. Jadi perlu dibuatkan wahana bermain anak,” imbuh Kelik.
Hal yang memprihatinkan, berdasarkan pengakuannya, pengunjung Gua Seplawan hanya mencapai 100 hingga 150 pengunjung di saat libur lebaran seperti sekarang ini. Jumlah itupun, menurut Kelik, adalah yang terbanyak dibandingkan saat sebelum Covid-19 melanda.
“Dulu sebelum Covid, sehari pengunjung bisa lebih dari 500 orang per hari. Malah saat pertama kali gardu pandang dibangun tahun 2017, sehari bisa mencapai 1.000-an pengunjung,” tutur Kelik. Bahkan sebelum Covid, saat lebaran banyak pemudik yang starting point-nya dari lokasi ini, sebelum mereka kembali ke daerah asal, seperti dari Cikarang dan wilayah Jabodetabek lainnya.

Tiket masuk wisata pun sebenarnya relatif murah. Dengan hanya Rp5 ribu, pengunjung sudah bisa masuk ke gua dan lokasi gardu pandang yang menyuguhkan panorama alam yang sejuk dan indah. Adapun tarif parkir hanya Rp2 ribu untuk motor dan Rp4 ribu mobil.
Selain itu, obwis Gua Seplawan juga sudah dilengkapi dengan fasilitas mushola dan gazebo yang dapat digunakan untuk pertemuan. Beberapa warung yang menjual minuman dan makanan ringan juga ada, termasuk kudapan khas yakni gembel, semacam cireng khas Kaligesing.
Disamping faktor akses jalan yang masih relatif sempit dan ekstrem serta kurangnya fasilitas wahana bermain anak, Kelik juga berharap pihak terkait dapat menambah papan petunjuk dari pusat kota Purworejo dan juga jalur trans Kulonprogo, terutama dari arah Waduk Sermo. “Masih banyak pengunjung yang bingung dan nyasar,” lanjut Kelik.
Terkait jam operasional, Gua Seplawan mulai buka pukul 08.00 hingga 17.00. Adapun waktu kunjungan para wisatawan paling lama dua jam untuk mengeksplorasi dua lokasi, yakni gua dan gardu pandang. Menurutnya, tahun ini sudah banyak pengunjung yang masuk gua sepanjang 700 meter tersebut.
Kelik yang sudah 12 tahun mengelola Gua Seplawan berharap aspirasi dari para pengunjung dapat didengarkan dan direalisasikan. Dengan demikian diharapkan obwis ini dapat menjadi destinasi unggulan pariwisata di Kabupaten Purworejo selain Pantai Jatimalang yang selalu jadi primadona. (Dia)