Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Siswi SMPN 2 Purworejo Raih 2 Perak Kompetisi Riset Internasional

PURWOREJO, SMPN 2 Purworejo kembali menunjukkan kelasnya. Setelah sebelumnya dua perwakilan siswa siswinya meraih medali perak pada kompetisi prestisius nasional, kali ini siswi SMPN 2 berjaya di ajang internasional. Yakni meraih dua medali perak sekaligus pada kompetisi riset internasional E-Ring International Research Competition 2025.

Adalah Nafisa Ashlya Rahma, siswi kelas 7D SMPN 2 ini mampu berprestasi baik dalam kelompok maupun individu pada kompetisi online yang diikuti oleh peserta dari luar Indonesia. Seperti Korea Selatan, Inggris, dan negara lainnya.

Tak hanya itu, dalam penuturannya kepada Purworejo News, Kamis (5/2/2026), Sifa mengatakan, pada kategori kelompok yang berisi lima orang, ia merupakan satu-satunya siswi SMP. “Lainnya, siswa SMAN 6 Yogya dan mahasiswa UI,” ujar Nafisa.

Menurutnya, kompetisi riset internasional biasanya khusus untuk mahasiswa. “Tapi kemarin kebetulan ada lowongan juga buat SMP sama SMA. Jadi saya ikut,” imbuhnya.

Dalam kompetisi yang diadakan bulan Oktober tersebut, tiap kelompok membuat semacam karya ilmiah selama tiga bulan. Mereka membuat proyek berupa bio aromaterapi candle. Yakni memanfaatkan minyak jelantah yang diubah menjadi lilin aromaterapi.

“Karya tersebut dipresentasikan menggunakan Bahasa Inggris, semacam story telling pada tanggal 20 Oktober dan hasilnya diumumkan tanggal 15 Desember 2025,” ujarnya. Dari dua kategori yakni kelompok dan individu, Nafisa berhasil memperoleh dua medali perak.

Ia pun menceritakan awal ketertarikannya ikut kompetisi tersebut. Ia menilai banyak siswa SMPN 2 yang berprestasi bahkan sampai tingkat internasional. “Jadi, saya tertarik ikut kompetisi internasional ini. Kebetulan waktu itu ibu saya dapat informasi kalau ada lomba international research dan mendaftarkan saya jadi peserta,” tutur Nafisa.

Pada saat mengikuti kompetisi, ia mengaku tidak terlalu berharap besar buat menang karena tingkatnya internasional dan pesaingnya juga dari kalangan mahasiswa. “Jadi, saya coba-coba aja,” ujar Nafisa.

Nafisa Ashlya Rahma

Ia pun dibimbing langsung oleh ibunya, Eti Wahyuningsih yang juga turut membantu dalam pembuatan proyek. Pelaksanaannya pun bersamaan dengan ulangan akhir semester sehingga Nafisa harus pandai-pandai memanfaatkan waktu.

Saat mengetahui dirinya masuk 10 besar, Nafisa kaget dan tidak menyangkanya. Iapun lanjut ke tahap berikutnya dan membuat proyek sendiri dengan tema yang sama dan meraih juara dua.

Ia mengaku, ide membuat riset tersebut berasal dari ibunya yang seorang guru di MIN 1 Bener dan pernah membuat proyek semacam itu. Seperti membuat ekoenzim, sabun dari minyak jelantah.

Terkait dengan pencapaian tersebut, kepala SMPN 2, Sutarto menyampaikan rasa bangga. Menurutnya, ini merupakan sebuah momen yang tepat untuk meningkatkan prestasi, baik itu di tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasional.

“Ternyata anak-anak SMPN 2 itu punya kompetensi yang luar biasa untuk ikut lomba di berbagai bidang. Jadi, ya, sampai dua itu Alhamdulillah,” ucap Sutarto.

Sebagai kepala sekolah ia mengharapkan pada siswa dan guru untuk terus mengupayakan budaya prestasi di SMPN 2, baik akademik maupun non akademik.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi Nafisa ini. Semoga bisa menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani bermimpi dan berkompetisi di level global. Sekolah akan terus mendukung pengembangan minat dan bakat peserta didik,” tandas Sutarto.(Dia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *