GOMBONG, Petak 18 D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bogangin, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gombong Utara, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan melakukan cutting test. Hal
tersebut dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan Tebangan A2 Pinus Tahun 2026.
“Kegiatan ini sebagai bagian dari tahapan teknis untuk mengetahui perkiraan capaian produksi pada akhir kegiatan tebangan, perhitungan volume kayu, serta kesiapan tenaga kerja di lapangan,” ujar Wakil Administratur/KSKPH Kedu Selatan Ahmad Marzuki, di sela kegiatan yang dilakukan di minggu ini.
Kegiatan cutting test tersebut juga dihadiri oleh Asisten Perhutani (Asper) / KBKPH Gombong Utara Midin, penguji kayu, KRPH Bogangin Tarno, serta diikuti oleh seluruh mandor dan tenaga blandong. Mereka akan terlibat dalam kegiatan tebangan tahun pada berjalan.
Ahmad Marzuki menyampaikan, kegiatan cutting test ini bertujuan untuk memastikan akurasi volume dan ukuran kayu, menguji dan mengukur hasil tebangan A2 Pinus. Hal ini untuk memastikan volume serta sortimen (ukuran) kayu sesuai dengan perencanaan. Sehingga akan terlihat gambaran atau kemampuan capaian produksi untuk petak tersebut pada akhir kegiatan tebangan.
“Optimalisasi Hasil Produksi sebagai acuan bagi mandor tebang dalam melakukan penebangan, termasuk menentukan batas keprasan, cabang, dan tonjolan, sehingga kualitas kayu yang dihasilkan bisa maksimal,” lanjutnya.
Selain juga Penerapan Standar (SNI). Yakni memastikan proses tebangan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan standar nasional (seperti SNI 8911-2020) yang berlaku di lapangan. Lainnya, terrtib adminitrasi, baik di bontos kayu maupun blangko DK sebelum kayu keluar dari hutan.
Hal ini penting untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan. Cutting test pun dilaksanakan dengan melakukan penebangan contoh pada beberapa pohon Pinus yang telah ditentukan.
Proses penebangan dilakukan oleh tenaga blandong di bawah pengawasan langsung Mandor Tebang, dengan beberapa tahapan mulai dari persiapan alat, teknik rebah pohon yang benar. Hal ini untuk menghindari pecah banting, pemotongan batang, hingga pengukuran dimensi kayu diamati dan dievaluasi bersama.
Dengan dilaksanakannya cutting test ini, diharapkan seluruh unsur pelaksana di lapangan memiliki pemahaman yang sama terkait teknik dan standar tebangan A2 Pinus Tahun 2026. “Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tebangan di Petak 18 D RPH Bogangin BKPH Gombong Utara KPH Kedu Selatan secara optimal, aman, selamat dan bertanggung jawab,” tandas Ahmad. (Dia).

