PURWOREJO, Di Purworejo, ada sebanyak 2.410 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kepada guru PPPK tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan berpesan agar mereka menjaga etika serta loyal kepada pimpinan, termasuk kepala sekolah tempatnya bernaung.
“Kalau melanggar peraturan, termasuk etika, maka langsung diberhentikan atau tidak diperpanjang kontraknya, karena tidak ada peringatan atau SP terlebih dahulu,” tegas Irianto, saat acara Workshop Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diadakan Korwilcambidik Banyuurip, Kamis (13/6/2025).
Iapun menghimbau khususnya kepada guru PPPK untuk mencegah potensi pelanggaran dengan mengerti aturan yang telah ditetapkan. Termasuk diantaranya loyal kepada kepala sekolah. “Jangan mentang-mentang lebih paham teknologi, diminta tolong susah,” ujar Irianto.

Ketua PGRI Purworejo inipun merinci, 2.410 guru PPPK tersebut berasal dari TK (4), SD (2.075), SMP (231), dan masih ada 100-an guru yang sudah lulus dan masih dalam proses penempatan.
Tak hanya itu, Irianto pun berpesan agar para guru saat mengajar jangan terlalu “keras” kepada siswa. Hal tersebut, menurutnya, akan berakibat panjang dan menguras energi semua pihak.
Ia juga menghimbau para guru supaya mengikuti perkembangan zaman dengan melek teknologi. Workshop MPLS pun, menurutnya, sangat penting untuk menyusun materi yang sesuai dengan masa peralihan peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Irianto juga berharap agar Yudhie Agung Prihatno bisa menjadi Kadin Dikbud agar dunia pendidikan di Purworejo lebih kondusif dan guru dapat lebih nyaman dalam melakukan tugasnya. Hal itu diyakini dapat membuat sinergi antara PGRI dengan pemkab dapat lebih romantis dalam hal pendidikan.
Acara workshop yang diadakan di SDN Kenteng ini diikuti 50 guru SD di Kecamatan Banyuurip dan sebagian Pituruh. Selain Ketua PGRI dan Plt Kadin Dikbud, workhop yang mengundang narasumber dari Jakarta ini juga dihadiri oleh Korwilcambidik Banyuurip, Ika Mery Widharningsih, Korwilcambidik Pituruh, Indah Puspita Ningrum serta Ketua K3S Banyuurip, Bambang Widyo Pranoto. (Dia)