BERITA
Home / BERITA / TP dan Sumbangan BPJS Dihapus, Pensiunan Pos Indonesia Kancab Purworejo: Apa Cukup untuk Hidup?

TP dan Sumbangan BPJS Dihapus, Pensiunan Pos Indonesia Kancab Purworejo: Apa Cukup untuk Hidup?

PURWOREJO, Pensiunan PT Pos Indonesia termasuk di wilayah Kabupaten Purworejo merasa resah dan gelisah. Hal itu karena mulai tanggal 1 Mei 2025, Tunjangan Pangan (TP) dan sumbangan BJPS dihapus dari slip gaji mereka. Penghasilan lain berupa bantuan pensiun sebesar maksimal Rp100 ribu pun hanya diberikan kepada mereka yang menerima penghasilan di bawah Rp1,2 juta dengan masa kerja minimal 20 tahun. Sedangkan bagi mereka yang berpenghasilan di atas Rp1,2 juta tidak berhak mendapatkan bantuan pensiun.

Sebagai gambaran, seorang pensiunan dengan masa kerja lebih dari 20 tahun yang memiliki empat anggota keluarga, akan kehilangan penghasilan iuran BPJS sebesar Rp100 ribu dan TP Rp200 ribu, atau total sebesar Rp300 ribu/ bulan bagi yang berpenghasilan di bawah Rp1,2 juta. Adapun bagi yang berpenghasilan di atas Rp1,2 juta mereka akan kehilangan penghasilan Rp400 ribu/bulan.

“Padahal gaji pensiun karyawan Kantor Pos sangat kecil. Ada yang hanya Rp130 ribu. Rata-rata Rp500 ribu. Yang paling besar Rp1,9 juta, itupun hanya satu orang. Kalau ada tambahan penghasilan dari TP, bantuan pensiun dan BPJS kan bisa sangat bermanfaat,” kata Ketua Paguyuban Pensiunan Karyawan PT Pos Indonesia Kantor Purworejo, Nurudin.

Bersama puluhan pensiunan lainnya, Nurudin menyampaikan aspirasi di dalam Kantor Pos, sambil mengambil gaji pada Jum’at (2/5/2025). Mereka membawa berbagai selebaran berisi rincian gaji yang diterima setelah penghasilan sebelumnya dihapus. Pada selebaran itu, mereka menulis: Apa Cukup untuk Hidup?

Bentuk protes para pensiunan PT Pos Indonesia Kancab Purworejo, membawa selebaran bertuliskan Apa Cukup Untuk Hidup

Nurudin pun menunjukkan salah satu slip gaji milik pensiunan Pudjiyono. Sebelumnya, ia mendapatkan gaji sebesar Rp466.200. Rinciannya, manfaat pensiun 166.200, BPJS Rp100 ribu dan TP Rp200 ribu. Dengan potongan pinjaman koperasi sebesar Rp300 ribu, Pudjiyono masih bisa membawa sisa uang sebesar Rp166.200. Namun dengan dihapuskannya TP dan bantuan BPJS, gajinya minus Rp33.800.

Family Gathering dan Halal Bihalal SD KUB Purworejo, Perkuat Kolaborasi dengan Wali Murid

“Kami menolak kebijakan ini karena sangat tidak manusiawi. Dengan banyaknya penghasilan yang dihapus, banyak yang menjerit. Bahkan sampai minus dan tidak cukup buat ongkos pulang,” ungkap Nurudin menyuarakan keluhan para pensiunan.

Menurutnya, jangankan yang gajinya rata-rata Rp500 ribu, mereka yang gajinya sekitar Rp 1 juta saja berat. Nurudin yang pensiun tahun 2019 dengan gaji Rp1,8 juta pun harus kehilangan penghasilan sekitar Rp400ribu.

Ada juga yang semula gajinya Rp1,1 juta, kemudian dihapus sebesar Rp350 ribu sehingga penghasilannya tinggal Rp750 ribu. Tercatat ada 106 pensiunan karyawan Kantor Pos Purworejo yang menyayangkan kebijakan tersebut. Mereka menilai kebijakan Direksi Pos tidak manusiawi. “Kami ini juga sebelumnya punya andil,” tukas Nurudin.

Sebelumnya, Direktur Human Capital Management PT Pos Indonesia melalui surat Nomor 32594/HC.00/IV/2025 tanggal 29 April 2025 menyampaikan Perubahan Ketentuan Tentang Pemberian Bantuan Pensiunan di PT Pos Indonesia (Persero).

Dalam surat tersebut antara lain disebutkan, bahwa perusahaan selama ini telah memberikan beberapa benefit langsung kepada para Pensiunan antara lain berupa TP, TPP, dan sumbangan BPJS.

Gelar Halal Bihalal, Kepala M.TsN 1 Purworejo Ungkap Pendaftar CSB Lampaui Kuota

Isi surat tersebut juga menyebutkan bahwa perusahaan saat ini sedang mengalami beberapa kondisi yang dapat berdampak terhadap keberlangsungan Perusahaan. Perusahaan pun mendapatkan arahan dari Kementerian BUMN untuk tidak memberikan benefit secara langsung kepada pensiunan karena tidak lagi memiliki keterlibatan aktif dalam kegiatan operasional perusahaan.

Selain itu, beban perusahaan yang memiliki kewajiban membayar iuran tambahan yang besarannya meningkat setiap tahunnya. Juga disebutkan bahwa pendapatan Perusahaan menurun terutama dari segmen goverment sebagai dampak dari program efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Hal itu karena pendapatan perusahaan kebanyakan bersumber dari pekerjaan-pekerjaan proyek pemerintah.

Sehubungan dengan hal tersebut, Direksi memutuskan untuk melakukan penyesuaian terhadap pemberian benefit langsung kepada para pensiunan dengan skema dan formulasi baru. Yakni berupa bantuan pensiun maksimal Rp100 ribu per bulan bagi yang berpenghasilan kurang dari Rp1,2 juta dengan masa kerja minimal 20 tahun.

“Ini memprihatinkan. Kami berharap bisa ditambah, kok malah dihapus,” ucap Nurudin mewakili sesama pensiunan.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Kantor Pos Purworejo, I Gusti Ayu Ketut Puspa yang dihubungi pada Jum’at malam, tidak bersedia menyampaikan statemen melalui saluran telepon. Dirinya mempersilakan untuk ditemui di kantor pada Sabtu (3/5/2025). (Dia)

Ratusan Atlet Purworejo Siap Ikuti Porprov 2026, Bupati Upayakan Renovasi Kantor KONI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BPKPAD
previous arrow
next arrow
NEW CAKTI
previous arrow
next arrow
PKB
previous arrow
next arrow
MKKS SMK
previous arrow
next arrow
SMAN 5
previous arrow
next arrow
smpn22
previous arrow
next arrow
DINKUKM
previous arrow
next arrow
LHP
previous arrow
next arrow
PPK
previous arrow
next arrow
SINAR HARAPAN
previous arrow
next arrow

SEKILAS PURWOREJO

Laka Lantas di Jalan Tentara Pelajar Purworejo, Kopada Berpenumpang Pelajar Terguling Usai Tabrak Motor

PURWOREJO, Purworejonews.com. Sebuah angkutan umum Kopada yang membawa sejumlah pelajar saat pulang sekolah, terbalik setelah menabrak sebuah sepeda motor yang ...

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Panitia Akhirnya Rebranding dan Sayembarakan Logo Hari Jadi ke-194 Purworejo

PURWOREJO, Beberapa saat setelah dilaunching pada Jum'at (31/1/2025) siang, logo Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo mendapat kritikan dan masukan dari ...

Dihuni 86 KK, Populasi Kambing di Desa Gunung Wangi Purworejo Lebih Banyak dari Jumlah Warganya

KALIGESING, Desa Gunung Wangi di Kecamatan Kaligesing, menjadi salah satu pilihan dalam uji paket wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, ...

Sayur Blibar Khas Desa Pucungroto Purworejo, Tunggu 3 Hari Baru Bisa Dinikmati

KALIGESING, Sayur Blibar merupakan masakan tradisional khas Desa Pucungroto Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Sayuran yang bahan bakunya berasal dari biji buah ...

Ditarik dari Pantai Jatimalang, Ribuan Warga Saksikan Proses Penguburan Hiu Tutul Seberat 4,2 Ton

PURWODADI, Ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah tumpah ruah di sekitar area hiu tutul (Rhincodon Typus) yang terdampar dan ...

Paguyuban Pedagang Pasar Baledono Undang Gus Miftah, Ribuan Warga Tumpah di Jalan A Yani Purworejo

PURWOREJO, Pengajian dai kondang Gus Miftah yang digelar di depan Pasar Baledono, Purworejo, pada Selasa (8/8) malam dihadiri ribuan warga ...

Gaji Rp 11 Juta Sebulan, Jabatan Direktur PDAU Kurang Diminati Masyarakat

PURWOREJO, Kursi Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Purworejo yang kosong sejak pejabat lama terjerat kasus pidana, tampaknya kurang diminati oleh ...

NASIONAL

Mengenal Desa Rejoagung, Potensi Meningkat Usai Program Penataan Akses Reforma Agraria*

JOMBANG, Di Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Tiimur, air bukan hanya berkah, melainkan juga pintu pembuka rezeki baru bagi warganya ...

Wisuda 624 Taruna/i STPN, Menteri ATR/BPN Sampaikan Hal Ini

SLEMAN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 624 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ...

Wujudkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Akuntabel, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri 3 Pedoman

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Bimbingan Teknis (bintek) untuk menyamakan persepsi 88 Satuan Kerja (Satker) ...

Temu Karya Teladan, Seorang Warga Desa Donorejo Purworejo Terima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

JAKARTA, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar acara Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2025 di Jakarta ...

Meriahkan HUT ke-80 RI, Kementerian ATR/BPN Bakal Turut Ramaikan Karnaval Kemerdekaan

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut meramaikan Karnaval Kemerdekaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 ...

MoU dengan 44 Kampus, Wagub Jateng Minta Mahasiswa KKN Dampingi Perangkat Desa Validasi Data RTLH

SEMARANG, Keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik diharapkan dapat mendampingi masyarakat dan perangkat desa dalam mewujudkan data ...

Buka Acara Table Tennis Championship, Menteri Nusron Sampaikan Semangat Kesetaraan Atlet Disabilitas

JAKARTA, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Table Tennis Championships yang diselenggarakan oleh National ...

Unissula Bersholawat, Taj Yasin Ajak Masyarakat Seimbangkan Perawatan Ruh dan Jasad

SEMARANG, Lantunan shalawat bergema di Auditorium Universitas Sultan Agung Semarang dalam acara Unissula Bersalawat pada Senin (4/8/2025) malam. Momen tersebut ...

Jadi Layanan Paling Banyak Diakses Masyarakat, Ini Penjelasan Soal HT dan Roya Elektronik bagi Debitur Perorangan

JAKARTA, Hak Tanggungan (HT) adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah beserta objek lain yang melekat di atasnya, ...

Sampaikan 10 Capaian di Depan DPRD, Wagub Jateng: Tidak Ada Superman, Adanya Superteam

SEMARANG, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah sebagai superteam. Hal itu ...

SOSOK

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...
/ OPINI, SOSOK

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...
/ OPINI, SOSOK

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...
/ OPINI, SOSOK

Kepengurusan PWRI Puworejo Ajak Anggota Tamasya dan Dirikan Koperasi

PURWOREJO, Soekoso DM kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo Masa Bhakti 2024-2029. Bupati Yuli Hastuti ...
/ SOSOK

Pilkades Sangubanyu, Utet Barli Manuhana Bertekad Kembalikan Kejayaan Desa

GRABAG, Desa Sangubanyu Kecamatan Grabag merupakan salah satu wilayah yang paling banyak jumlah calon kepala desa (calkades) pada ajang Pilkades ...
/ SOSOK

12 Hari Ikut Jambore Dunia, Zayana Fathania Ceritakan Pengalamannya

PURWOREJO, Satu-satunya wakil Purworejo yang mengikuti Jambore Dunia di Korea Selatan yakni Zayana Fathania, siswa kelas 9F SMPN 2, telah ...
/ BERITA, SOSOK

WISATA

Ribuan Orang Saksikan Ritual Sedekah Laut di Pantai Genjik

GRABAG, Para nelayan di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, yang tergabung dalam Langgeng Raharjo, menggelar ritual sedekah laut di Pantai Genjik, ...

Bupati Ingin Art Center Jadi Ikon dan Magnet Wisata Perkotaan

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian meresmikan gedung Art Center Purworejo yang terletak di kompleks pendopo kabupaten, Jumat (4/8). Peresmian ditandai ...

BSD di Kaligesing, Bupati Tinjau Makam Syekh Maulana Maghribi

KALIGESING, Bupati Purworejo Agus Bastian kembali melaksanakan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di Kecamatan Kaligesing, Senin (24/7). Secara berurutan rombongan ...

OPINI

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...

Menjaga Air, Menjaga Nurani: Catatan dari Danau Menjer

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Dapil Jawa Tengah VI Ada lanskap yang tak pernah meminta apa-apa selain ...