Sosialisasikan Perda dan Perbup, Satpol PP Goes to School Diikuti 80 Siswa Pilihan SMK YPP Purworejo

PURWOREJO, Sebanyak 80 siswa pilihan SMK YPP Purworejo mengikuti kegiatan Satpol PP Goes to School berupa sosialisasi perda dan perbup. Sosialisasi digelar di gedung indoor SMK YPP, Jumat (30/1/2026).

“80 peserta kegiatan Satpol PP Goes to School ini merupakan siswa pilihan yang berasal dari OSIS, PMR, PKS, dan Dewan Ambalan Pramuka. Selain itu, peserta juga berasal dari perwakilan kelas 10 hingga 12,” jelas Kepala SMK YPPP Mugi Widodo melalui Waka Kesiswaan, Tumirin.

Sosialisasi perda dan perbup tersebut, lanjut Tumirin, adalah yang berkaitan dengan peraturan yang harus diketahui oleh para siswa. Sehingga diharapkan dapat diterapkan dalam lingkungan baik di sekolah maupun masyarakat.

“Mudah-mudahan nanti anak-anak dapat mengetahui dan mengerti, serta melaksanakan peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Dengan kata lain, anak-anak bisa cerdas untuk bisa melaksanakan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah,” imbuhnya.

Ka Satpol PP dan Damkar, Siswantoro saat menyampaikan sosialisasi di SMK YPP

Selain itu, menurutnya, sebagai siswa pilihan yang aktif dalam organisasi sekolah, mereka diharapkan dapat memberi semangat atau menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-temannya.

“Sebagai anak-anak pilihan yang diharapkan menjadi calon pemimpin, mereka diharapkan akan dapat memberikan contoh kepada teman-temannya serta bisa menularkan pengetahuan yang diperolehnya,” tandas Tumirin.

Di sisi lain, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Siswantoro menyatakan, angka kenakalan remaja saat ini cenderung meningkat, termasuk tindakan penyimpangan seperti bulying.

“Saat ini sering sering terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh remaja. Kami memotivasi para siswa untuk tidak melakukan tindakan penyimpangan dan menjadi anak yang berguna,” ujarnya.
Selain dari Satpol PP dan Damkar, pihaknya juga melibatkan Dinas Perintransnaker terkait informasi potensi pekerjaan yang bisa didapat oleh para siswa setelah mereka lulus sekolah.

“Jadi, disamping memberikan penjelasan upaya preventif mencegah kenakalan remaja, kami juga menyampaikan bagaimana membentuk karakter anak sehingga ke depan menjadi anak yang berguna dan dijauhkan dari perilaku menyimpang. Diharapkan mulai saat ini mereka sudah punya gambaran dan target yang akan dilakukan setelah lulus nanti,” tandasnya. (Dia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *