Beranda » Silaturahmi Ramadan Bersama Awak Media, Wakil Bupati Purworejo Beri Pesan Begini

Silaturahmi Ramadan Bersama Awak Media, Wakil Bupati Purworejo Beri Pesan Begini

KUTOARJO, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi menggelar acara Silaturahmi Ramadan bersama insan media di rumah dinasnya, Selasa (25/3/2025). Acara ini dihadiri oleh awak media dari berbagai platform, baik cetak, elektronik, online, maupun pegiat media sosial. Mereka didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kadin Kominfostasandi) Yudhie Agung Prihatno.

Dalam kesempatan itu, Dion menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah menjalankan tugasnya secara profesional dalam pemberitaan pilkada 2024. Menurutnya, pilkada kemarin menjadi yang paling hangat, namun mayoritas media tetap menjaga keseimbangan dalam penyampaian informasi.

“Pemberitaan yang berimbang harus kita apresiasi. Walaupun kita duduk bersama hari ini, saya tidak ingin teman-teman media hanya menjadi corong pemerintah. Kami sangat berharap media tetap objektif dan kritis,” ujar Dion.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi memberikan bingkisan kepada insan media

Lebih lanjut, Dion menyoroti tantangan di era post truth saat ini, yakni saat batas antara kebenaran dan disinformasi semakin tidak jelas. Ia mengingatkan bahwa di masa lalu, propaganda bisa membentuk opini publik, dan kini hal serupa terjadi dengan masifnya informasi di media sosial.

“Kalau dulu ada teori propaganda Hitler yang menyebutkan kebohongan yang diulang-ulang bisa dianggap sebagai kebenaran. Sekarang kita menghadapi situasi yang lebih kompleks. Semua orang bisa membuat berita, menulis, dan menyebarkan informasi tanpa kontrol yang jelas,” tambahnya.

Dion juga mengingatkan pentingnya peran media sebagai agen perubahan dan sumber informasi yang kredibel. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus memiliki rujukan yang jelas ketika menghadapi kebingungan akibat derasnya informasi yang belum tentu benar.

“Saya bertumpu kepada rekan-rekan media. Saya tidak meminta untuk selalu membenarkan kebijakan pemerintah, karena kami sadar tidak mungkin 100% benar atau salah. Jika ada kesalahan, kritiklah. Tapi jika benar, sampaikan pula dengan jujur,” pungkasnya. (Ita)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *