Keren! Web Desa Digital Krandegan Dikunjungi Puluhan Ribu Orang Per Hari

BAYAN, Krandegan di Kecamatan Bayan, Purworejo telah lama dikenal sebagai desa inovatif. Hal itu karena Kepala Desa, Dwinanto selalu mengupayakan hal hal yang berkaitan dengan kemajuan desanya, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital.

Salah satunya dengan membuat berbagai aplikasi berbasis digital. Seperti Smart Government untuk layanan online, administrasi online, transporansi anggaran, info kegiatan, info pembangunan, profil desa, dan statistik desa.

Juga Smart Economic untuk layanan lapak desa, pasar jasa, toko online, pembayaran online, serta marketplace desa. Layanan digital lainnya, Smart Environment, berisi CCTV online, Early Warning System  (EWS) banjir, Automatic Weather System (AES), panic button, dan pompa tenaga surya.

Tak hanya itu, Dwinanto yang merupakan alumni SMAN 1 Purworejo dan Fakultas Ekonomi UNS ini juga menggagas  web Smart Society berupa chatbot, wifi gratis, dan pelatihan digital. Layanan digital lainnya dalam bentuk infrastruktur yakni Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan fiber optic milik desa.

Semua layanan tersebut terintegrasi ke dalam web Krandegan.id. Melalui berbagai inovasi tersebut, tak heran bila Desa Krandegan menjadi langganan juara baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional dalam hal digitalisasi.
Selain inovasinya, satu hal lagi yang membanggakan dari desa berpenduduk 3.027 jiwa ini, adalah jumlah kunjungan web Krandegan.id  mencapai belasan hingga puluhan ribu per hari.

Hal itu tampak dari data angka dan grafik yang disampaikan Dwinanto kepada Purworejo News, Sabtu (13/12/2025). Ia menunjukkan data jumlah pengunjung web sejak Januari hingga Desember 2025 yang mengalami kenaikan signifikan setiap bulannya.

Dalam data disebutkan, bulan Januari 2025, baru 12.822 pengunjung atau rata-rata sekitar 400-an setiap hari. Pada bulan Desember ini, baru 12 hari berjalan, kunjungan ke web sudah mencapai 211.353 atau rata-rata sekitar 17.600-an pengunjung setiap harinya.
Di bulan Desember, angka kunjungan tertinggi pada tanggal 5 Desember. “Itu saat para kades berencana melakukan demo ke Jakarta terkait kebijakan pencairan dana desa yang sempat bikin heboh,” kata Dwinanto.

Terkait pencapaian tersebut, Dwinanto menyebutkan, tahun 2025 ini memang tembus di angka rata-rata 10 ribu per hari sesuai target. “Alhamdulillah terpenuhi. Sedangkan tahun depan target 50 ribu / hari sampai akhir tahun 2026,” ucapnya optimistis.

Kepala Desa Krandegan, Dwinanto

Menurutnya, keterkaitan antara prestasi Desa Krandegan dengan berbagai inovasinya yang menginspirasi wilayah lain di Indonesia, merupakan faktor yang membuat target tersebut optimistis dapat tercapai. Seperti diketahui, dalam beberapa waktu ini Krandegan menjadi desa di Purworejo yang paling banyak dikunjungi untuk dijadikan lokasi studi banding oleh puluhan desa di seluruh Indonesia.

Mereka datang untuk belajar secara langsung digitalisasi yang dilakukan di desa yang memiliki luas 161 hektare ini. Bahkan pada Sabtu (13/12/2015), Dwinanto menerima kunjungan dari desa di wilayah Kalimantan Tengah dan juga Demak.

“Jadi pengunjung web kami bukan hanya warga lokal saja, namun juga seluruh Indonesia, termasuk dari beberapa desa yang sudah melakukan studi banding dan mereka gethok tular,” imbuh Dwinanto.

Tak hanya itu, menurutnya, web Desa Krandegan juga beberapa kali dijadikan sebagai bahan berita oleh media arus utama, baik cetak maupun elektronik. Termasuk media online yang mendapatkan informasi dari web Desa Krandegan untuk kemudian dikembangkan menjadi berita.

Berbagai media baik lokal, regional, maupun nasional pun sering menjadikan Krandegan sebagai bahan berita karena dianggap paling menonjol diantara ratusan desa lain yang ada di Kabupaten Purworejo.

Terkait digitalisasi, ia menegaskan bahwa hal itu merupakan sebuah keniscayaan, termasuk penerapannya di tingkat desa. “Secara umum, bicara digitalisasi desa merupakan salah satu prioritas pembangunan desa oleh pemerintah pusat yang harus kita kembangkan,” tegas Dwinanto.

Sebagai kepala desa yang wilayahnya terpilih menjadi finalis Lomba Digitalisasi Desa tingkat Nasional tahun 2025, Dwinanto berharap agar pencapaian tersebut betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Krandegan. 

Desa Krandegan saat mendapatkan kunjungan lapangan dari Kemendes

Selain itu juga dapat menjadi pemacu semangat untuk dapat lebih mengabdikan dirinya sebagai kepala desa.

Atas pencapaian Desa Krandegan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPPAPMD), Laksana Sakti memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa bangga.

“Turut bangga atas prestasi Desa Krandegan sebagai salah satu desa yang  membawa nama baik Kabupaten Purworejo di kancah nasional. Desa Krandegan ini bahkan sering menjadi tujuan studi tiru desa kabupaten lain di Indonesia,” ucap Sakti saat dihubungi.

Adapun Plt Kominfostasandi, Yudhie Agung Prihatno, juga turut memberi apresiasi atas capaian Krandegan sebagai desa digital. Menurutnya, Desa Krandegan merupakan salah satu aset Kabupaten Purworejo dan percontohan bagaimana smartvillage telah berjalan dengan cukup baik.

“Ketika kita berbicara tentang smart village maka ini tidak hanya tentang teknologi tetapi juga perilaku bahkan budaya bagaimana masyarakat dan para stakeholder bersama-sama memainkan perannya. Termasuk dalam menggunakan teknologi untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada secara terintegrasi. Juga  perencanaan berbasis data sesuai permasalahan dan potensi yang ada,” tandas Yudhi. (Dia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *