Yuli Hastuti dan Imam Teguh Purnomo Bersaing, Musda Partai Golkar Ditunda

PURWOREJO, Musyawarah Daerah (musda) Partai Golkar Kabupaten Purworejo yang seharusnya digelar 28 Februari lalu, ditunda pelaksanaannya hingga waktu yang belum ditentukan. Penundaan Musda tersebut diketahui berasal dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Kelik Susilo Ardani kepada Purworejonews Selasa (2/3) menyebutkan, sebelumnya pihaknya sudah mengajukan pemberitahuan pelaksanaan musda ke pengurus DPD Partai Golkar Jawa Tengah.

“Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya, temasuk tempat, izin keramaian kepada pihak Polres dan Satgas Covid-19 kabupaten untuk melaksanakan kegiatan pada tanggal 28 Februari. Surat kami kirim tanggal 27 Februari. Tapi kemudian kami diberitahu agar menunda kegiatan tersebut sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ucap Kelik.

Kelik Susilo Ardani

Alasan penundaan itu, menurut Kelik, disebutkan karena sesuatu hal. Terkait dengan hal tersebut, Kelik menyebutnya penundaan itu sebagai wewenang di tingkat provinsi. “Itu wewenang provinsi, kami manut,” lanjutnya.

Tentang kandidat ketua yang diusung dalam musda tersebut, Kelik menyebut dua nama yakni Imam Teguh Purnomo (Iim) dan Yuli Hastuti. Keduanya memiliki kans yang besar untuk bersaing dalam pemilihan ketua yang menjadi agenda musda.

Kelik berujar, Yuli Hastuti masih memiliki peluang sekali lagi menjadi ketua, sehingga otomatis namanya kembali dimunculkan. Untuk diketahui, Yuli Hastuti yang menjabat Wabup Purworejo, telah dua kali menjabat sebagai ketua.

Imam Teguh Purnomo

Dihubungi secara terpisah, Iim membenarkan dirinya mencalonkan diri sebagai kandidat ketua DPD Golkar. Ia mengkalim mendapat dukungan dari 13 Pimpinan Kecamatan (PK) dari 16.kecamatan yang ada di Purworejo.

Selain itu juga dukungan dari satu organisasi pendiri Partai Golkar yakni SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia). “Dukungan itu sudah cukup sebagai bekal saya maju sebagai ketua pada periode mendatang,” ujar Iim mantap.

Terkait dengan penundaan pelaksanaan musda, Iim menyebut, hal itu karena faktor teknis yakni jadwal di DPD 1 yang belum bisa diberikan kepada Kabupaten Purworejo.

Tapi baginya, penundaan tersebut tidak menjadi masalah karena hanya terkait dengan waktu. “Tunggu saja waktunya,” pungkas Iim. (Dia)

Tinggalkan Komentar