Yosiyanti Wahyuningtyas: Guru Berprestasi Menakhodai Sekolah Bergengsi

PURWOREJO, Keberadaan SMPN 2 sebagai sekolah yang telah mapan menyandang predikat sebagai SMP terbaik di Kabupaten Purworejo, menjadikan Kepala SMPN 2 Yosiyanti Wahyuningtyas, M.Pd terpacu untuk bekerja keras agar dapat mempertahankan predikat tersebut.

Hal itu disampaikan Yosi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/1). Wanita kelahiran Purworejo 27 Mei 1965 itu sebelumnya memimpin SMPN 4 Purworejo selama dua tahun lebih 5 bulan mulai tahun 2016 hingga 2018. Berikutnya mulai akhir tahun 2018 hingga kini Yosi turut berkiprah membesarkan nama SMPN 2 Purworejo.

Yosi yang pernah meraih Juara II Guru Berprestasi Tingkat Jawa Tengah tahun 2009 dan Juara II Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2016 menuturkan, SMPN 2 Purworejo kini fasilitasnya lengkap. Yakni empat ruangan Laboratorium Komputer, Laboratorium Biologi, Laboratorium Fisika, dan masjid yang kini tengah dibangun.

Selain juga berbagai ekstra kulikuler yakni basket, voli, pencak silat, taekwondo, tari, Marching Band, PMR, Pramuka, PKS, PMR dan BTA. “Paling banyak peminatnya adalah ekskul basket,” tutur Yosi.

Yosi diapit oleh dua siswanya yang berprestasi

Wanita yang mengawali karir sebagai guru di SMA Kristen Widhodho tahun 1986 itu mengungkapkan, SMPN 2 Purworejo memiliki 20 kelas dengan 636 siswa dan 59 guru/karyawan.

Saat diberi kepercayaan memimpin SMPN 2 Purworejo, ibu tiga anak tersebut merasa kembali ke “habitat”. Itu karena selama 15 tahun, tepatnya tahun 1997 hingga 2012 dirinya menjadi guru di SMPN 2 Purworejo, mengampu mata pelajaran matematika. Itulah sebabnya sedikit banyak Yosi telah mengetahui karakter sekolah yang berdiri sejak 5 September 1946 itu.

Dalam dua tahun terakhir, SMPN 2 Purworejo kembali mengukir berbagai prestasi baik di bidang akademik, seni, maupun olah raga. Baik siswa maupun guru. “Tahun 2019 pada even Popda tingkat provinsi menjadi juara 3 cabor basket dan tenis meja putri, serta juara 1 cabor panahan. Adapun pada even kejurnas, tenis meja berhasil meraih Juara 2,”ungkap Yosi.

Selain itu pada even FLS2N seni Gitar Duet menjadi Juara 1 Provinsi dan Juara Harapan 1 Nasional. Juga pada even Pramuka Garuda menjadi Juara 2 Jateng. Pada even MAPSI yakni LCC menjadi Juara Harapan 2 tingkat Provinsi.

Yosi berhasil mendorong anak-anak didiknya berprestasi

Pada Lomba Mendongeng, siswa SMPN 2 Purworejo menjadi Juara 2 tingkat Jawa Tengah dan DIY. Adapun prestasi gurunya, Juara 2 pembina prestasi tingkat Kwarda Jateng dan Juara 1 Guru Berprestasi tingkat kabupaten.

Tahun 2020, lanjut Yosi, tepatnya di masa pandemi, para siswa tak surut berprestasi. Diantaranya yakni meraih Juara 2 tingkat provinsi pada lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Juara 2 Nasional Bebras Computational Chalenge serta Juara 2 LCC Ruang Guru.

Dalam Kompetisi Sains Nasional (KSN) mata pelajaran IPS, seorang siswa SMP N 2 Purworejo berhasil meraih medali emas, serta masih banyak lagi prestasi siswa di tingkat kabupaten.

Yosi yang menjadi kepala sekolah ke-15 di SMPN 2 Purworejo itu mengaku, tantangan menjadi kepala SMPN 2 tentunya lebih berat daripada saat dirinya memimpin SMPN 26 maupun SMPN 4. Untuk itu Yosi yang tinggal di Perum Sucen 154 Purworejo itu selalu memberi support kepada siswa agar selalu memberikan yang terbaik.

SMPN 2 Purworejo tengah menyelesaikan pembangunan masjid

Yosi menuturkan, dirinya sering masuk ke kelas untuk memberikan motivasi dan penanaman karakter kepada siswa. Selain itu Yosi mengaku sering membangun semangat kebersamaan diantara sesama guru.

Bersama komite sekolah, Yosi membangun komunikasi yang baik dan intens. Juga kepada pengurus alumni, hingga akhirnya berhasil membangun masjid yang tengah dalam proses penyelesaian.

Pada era kepemimpinan Yosi pulalah sekolah berhasil mewujudkan impian memiliki mobil operasional yang dapat mengantarkan kegiatan siswa dalam berbagai even yang diikuti.
Pada tahun 2019 lalu, SMPN 2 menjadi satu-satunya SMP di Purworejo yang memiliki mobil berkapasitas 16 kursi itu.

Terkait penerapan sistem zonasi yang sudah berjalan dua tahun ini, Yosi menilai hal itu menjadi tantangan tersendiri. Dengan sistem zonasi SMPN 2 harus tetap mempertahankan kualitas.

Untuk itu, Yosi mengambil strategi menjalin komunikasi dengan orang tua siswa kelas 7 agar mensupport putra putri mereka dalam hal akademik. Hasilnya, kata Yosi, tampak saat siswa yang bersangkutan duduk di kelas 8.

“Dengan input yang berbeda kami harus menghasilkan output yang bagus. Puji Tuhan kami dapat melaluinya,” kata Yosi.

Pada UN yang terakhir, kata Yosi, SMPN 2 berada pada Peringkat 1 Kabupaten, peringkat 4 Provinsi Jawa Tengah dan peringkat 13 Nasional.

Yosi berharap SMPN 2 Purworejo tetap menjadi pilihan terbaik masyarakat tidak hanya di kabupaten tapi juga di provinsi dan nasional.

“Semoga Pandemi segera berakhir sehingga kami bisa menyelenggarakan lustrum yang rencananya sekaligus reuni akbar dan peresmian masjid sekolah sebagai bangunan monumental,” pungkas Yosi. (Dia)

 1,440 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *