Makin Marak, Penjualan Jambu Kristal di Sepanjang Jalan Daendels

DAENDELS, Bila kita berkendara dari arah Ketawang menuju Yogya melalui Jalan Deandels atau sebaliknya, di sepanjang jalan Deandels tepatnya di Desa Wonoroto, Kecamatan Ngombol, pasti akan dijumpai banyak lapak jambu kristal di kiri kanan jalan.
Ya, lapak yang sekarang berjumlah kurang lebih 50 itu sudah sekitar dua tahun lalu bermunculan. Namun waktu itu jumlahnya belum sebanyak saat ini.

Bagiyo (42), pemilik lapak jambu kristal, mengaku dagangannya itu didatangkan dari Mirit, Kebumen untuk kemudian dijual di sepanjang jalan Deandels, tepatnya di Desa Wonoroto. Padahal di belakang lapak, terdapat hamparan tanaman jambu kristal yang sedang berbuah.

“Jambu kristal yang ditanam di kebun sendiri hanya untuk tambahan bila stok dari Mirit kurang. Saya memanennya seminggu dua kali sekitar 50 kg per panen,” ujar Bagiyo saat ditemui Purworejonews, Sabtu (18/1).

Ia memiliki lahan yang ditanami sekitar 40 pohon dimana satu pohon bisa menghasilkan sekitar 1,5 kg jambu kristal.

Lapak jambu kristal bermunculan di sepanjang Jalan Daendels

Dalam kondisi normal, Bagiyo mengaku menjual sekitar 50 kg jambu kristal per hari. Jumlah tersebut bertambah dua kali lipat pada hari libur terutama pada hari libur nasional seperti saat Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu.

Bagiyo mengisahkan, pada awal berjualan sekitar 1,5 tahun lalu, dirinya mampu meraup omset Rp 5 juta perhari dengan keuntungan lebih dari Rp 1 juta perhari.
Kini seiring dengan banyaknya penjual jambu kristal yang lain, omset dan keuntungannya menjadi berkurang. Tapi ia mengaku telah memiliki pelanggan yang

berasal dari berbagai wilayah seperti Cilacap, Yogya, dan Tasikmalaya. Dengan harga jual berkisar Rp 12.000 hingga Rp 15.000 perkilogram, di hari libur Bagiyo mampu menjual hingga 1 kuintal jambu kristal.

Bagiyo yang merupakan pedagang perintis jambu kristal mengatakan, pada awalnya ia ragu berjualan jambu kristal yang oleh sebagian besar warga Wonoroto dianggap sebagai buah kampung yang tidak laku dijual.

Bagiyo dan tanaman jambu kristal di lahan belakang lapak

Bersama istrinya, Bagiyo yang semula berjualan semangka beralih haluan berjualan jambu kristal yang diyakini memiliki kandungan khasiat vitamin C lebih tinggi dibanding jeruk. Disamping itu jambu kristal juga berkhasiat menjaga kulit dan secara alamiah juga dapat mencegah virus dan infeksi.

Dengan berbagai khasiat yang dimiliki serta keistimewaan bijinya yang sedikit, jambu kristal juga tidak mengenal musim sehingga dapat berbuah sepanjang tahun.

Diakui Bagiyo, jambu kristal mampu bertahan hingga tiga hari setelah dipetik, tapi harus tetap terbungkus plastik. Karena masih ada lendir yang tetap menempel pada plastik.

Bagiyo setia melayani pembeli dari pukul 07.00 hingga pukul 23.00. Tak jarang ia juga buka 24 jam terutama pada musim libur panjang. Dengan kios yang dimiliki sendiri, Bagiyo kini hanya menggantungkan penghasilan dari berjualan jambu kristal, walaupun nanti bila ada penggusuran jalan dirinya mengaku pasrah. (Yudia Setiandini)

Tinggalkan Balasan