Bupati Luncurkan Antologi Puisi “Kaloka Tanah Pusaka”

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM meluncurkan Buku Antologi Puisi Kaloka Tanah Pusaka secara daring, di gedung Museum Tosan Aji, komplek pendopo kabupaten, Sabtu (8/8). Buku kumpulan puisi itu diterbitkan oleh Komunitas Penikmat Seni Sastra (Kopisisa) Purworejo bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo.

Peluncuran Kaloka Tanah Pusaka ditandai dengan pemukulan kentongan, disaksikan oleh Kepala Dinparbud Agung Wibowo, AP, MM, Ketua Kopisisa Soekoso DM, S.Pd, serta para penyair yang karyanya dimuat di buku antologi.

Dalam sambutannya Agus Bastian mengatakan, momen peluncuran buku antologi tersebut sangat tepat karena diluncurkan pada bulan Agustus yang sakral. 

Menurutnya eksistensi Kopisisa tidak diragukan lagi sebab sudah sejak dibentuk 41 tahun yang lalu dan tetap eksis dalam mewarnai seni dan sastra di Purworejo. 

“Sastra merupakan bagian yang sangat penting bagi peradaban karena sastra adalah pernyataan sikap, ekpresi, pikiran, konstruksi kejiwaan hasil dari peradaban manusia,” ungkap Bupati.

Agus Bastian, sastra tak pernah pudar

Lebih lanjut dikatakan, dalam konteks keindonesiaan umumnya masyarakat yang tinggi apresiasinya terhadap sastra, cenderung lebih jauh dari sifat kekerasan. Begitu pentingnya sastra sampai raelitas politik, sosial dan budaya suatu daerah, tidak bisa lepas dari sastra. 

“Sastra tidak pernah pudar apalagi mati, sebab sastra mampu mengajak masyarakat untuk berfikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar kita,” pungkas Bupati.

Sementara itu Soekoso DM mengatakan, buku antologi puisi dususun oleh 30 lebih seniman dalam bentuk puisi bertema pariwisata Purworejo. Bentuk karyanya merupakan himpunan dari penyair dan penulis Purworejo dengan beragam penyajian.

Namun, kata Soekoso, ada 2 penyair yang sudah wafat sebelum buku diluncurkan. Kedua orang penyair tersebut yaitu Budi Santoso (Jakarta) dan Haryanto Sukiran (Purworejo).

“Kita sangat mengapresiasi tinggi kepada sahabat kita yang telah mengirimkan naskahnya tapi beliau sudah meninggalkan kita. Semoga tulisan yang ditinggalkan bisa dikenang dan bermanfaat,” ujarnya. (Nas)

Tinggalkan Balasan