Warung Makan Beromset Rp 4 Juta Masih Pakai Gas Melon, Dipaksa Ganti Bright Gas

PURWOREJO, Tim Gabungan terdiri atas Pertamina, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo, Polres, Koordinator Elpiji 3 kg se-Kabupaten Purworejo serta Agen Gas Elpiji 3 Kg Karya Adi Mulya Perkasa, melakukan monitoring penggunaan gas elpiji 3 Kg di sejumlah UKM dan peternak, Kamis (22/8).

Monitoring diawali dengan mendatangi Warung Makan 24 Jam di Blabaran, Kelurahan Sindurjan, Kecamatan Purworejo. Di tempat ini tim monitoring mendapati pemilik warung masih menggunakan gas melon mencapai 10 tabung perhari.

Sempat terjadi perdebatan sengit ketika tim monitoring memberi penjelasan terkait peruntukan gas melon bersubsidi hanya untuk masyarakat miskin, sehingga warung itu tidak semestinya menggunakan karena sudah beromset Rp 4-5 juta perhari.

Meski awalnya menolak namun akhirnya seluruh tabung gas melon ditarik dan diganti dengan tabung ukuran 5,5 Kg atau Bright Gas.

Sidak kemudian dilanjutkan ke sebuah peternakan ayam di Desa Bugelan, Kecamatan Bagelen. Di tempat tersebut tim monitoring hanya mendapati dua tabung gas melon.

Setelah mendapat penjelasan, pemilik peternakan dengan suka rela menukarkan tabung gas melon dengan tabung gas 5,5 Kg.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo, Sri Suhartini mengatakan, dalam kegiatan monitoring tersebut pihaknya hanya sebagai pendamping untuk memastikan penggunaan gas melon bersubsidi sudah sesuai aturan.

“Ini program dari Pertamina. Kami hanya mendampingi saja. Semua tindakan diambil oleh Pertamina,”kata Sri Suhartini di sela kegiatan.

Sementara Elisabet Prabaningrum selaku Koordinator Gas 3 Kg se-Kabupaten Purworejo menjelaskan, pengawasan atau monitoring merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dengan tujuan agar penggunaan gas 3 Kg tepat sasaran.

“Jika didapati ada pelaku usaha menengah ke atas masih menggunakan gas 3 Kg maka akan dilakukan tindakan penggantian ke tabung 5,5 kg dengan perbandingan 2 tabung 3 kg diganti satu tabung 5,5 kg dan dikenai biaya Rp 65 ribu,”kata Elisabet Prabaningrum.

Elisabet berharap dengan kegiatan pengawasan tersebut para pelaku usaha menengah ke atas segera menggunakan tabung yang ukuran 5,5 kg. (W5)

Tinggalkan Komentar