Warga Pelahan Kidul Heboh, Wanita Paruh Baya Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya

BANYUURIP, Warga Dukuh Pelahan Kidul RT 2 RW 1 Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan Banyuurip, heboh dengan ditemukannya perempuan yang telah membusuk di dalam kamar kosnya, pada Jumat siang (4/13). Dari KTP yang ditemukan, perempuan malang itu diketahui bernama Sudarti (38), beralamat di Desa Kesambi, Kecamatan Loano.

Puji (54) Ketua RW 1 Kledung Kradenan kepada Purworejonews menuturkan, jasad korban di dalam rumahnya ditemukan secara tak sengaja ketika Jumat siang, empat rekan Sudarti datang hendak menemui korban.

“Mereka berniat bezuk Sudarti karena seminggu sebelumnya dia mengeluh sakit. Tapi dihubungi lewat WA tidak pernah ada respon,” ujar Puji menirukan penuturan teman-teman Sudarti.

Mayat korban dimasukkan ke mobil jenazah dan dibawa ke RSUD

Tapi ketika diketuk pintunya berkali-kali tidak ada jawaban, mereka penasaran. Terlebih pintu dan jendela dalam keadaan tertutup dan lampu teras menyala. Akhirnya diputuskan untuk membuka paksa jendela kamar yang letaknya di samping depan rumah.

Ketika jendela berhasil dibuka, langsung menyeruak bau busuk dan banyak lalat.

“Akhirnya pintu depan terpaksa didobrak bersama warga, dan Sudarti ditemukan sudah meninggal dengan posisi tertelungkup dengan mengenakan pakaian lengkap di depan kamar mandi,” tutur Puji.

Seorang warga melihat kamar korban

Warga pun melaporkan kejadian tersebut kepada polisi yang kemudian memasang policy line di rumah kos tersebut. Mayatnya kemudian dibawa ke RSUD Dr Tjitrowardojo. Kejadian tersebut kini sedang ditangani Satreskrim Polres Purworejo.

Ayu (20), tetangga Sudarti yang tinggal tepat di kamar sebelah korban mengaku kaget dengan peristiwa itu. Dirinya sama sekali tidak menduga kalau Sudarti sudah meninggal berhari-hari lamanya. Ia bahkan baru mengetahuinya peristiwa yang menimpa tetangganya itu saat dirinya baru pulang dari berjualan.

Ayu bahkan tidak percaya ketika mengetahui kejadian itu. Menurutnya, bau busuk pun tidak tercium dari kamarnya yang berada satu tembok dengan kos yang ditempati Sudarti.

“Memang sudah berhari-hari mbak Sudarti tidak keluar rumah. Terakhir saya melihatnya sekitar seminggu yang lalu, waktu itu ada yang menjemputnya naik motor,” ucapnya masih dengan nada tak percaya.

Ayu, penghuni kamar yang berdekatan dengan kamar Sudarti

Ayu menuturkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti perkejaan Sudarti.

“Tapi dia suka menyanyi, dan suka kalau diajak pergi keluar atau jalan-jalan,” tutur tetangganya yang lain. Selain itu disebutkan bahwa Sudarti suka berbelanja sayur.

Ayu mengaku, beberapa waktu sebelumnya Sudarti pernah mengeluh kalau ia sedang banyak pikiran.

“Motornya digadaikan, sedangkan ia butuh biaya untuk acara ibunya di Prembun,” tuturnya.

Sudarti juga pernah bercerita bahwa ia akan pindah kalau anaknya yang saat ini duduk di bangku kelas XII SMK sudah lulus. Tapi belum sampai anaknya lulus, ibu tiga anak itu keburu kehilangan nyawa. (Dia)

 613 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *