Wabup: Penilaian Akhir Masa Jabatan Bupati, Purworejo Dapat Predikat Sangat Baik

PURWOREJO, Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, SH mengungkapkan, RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026 merupakan tahun terakhir dari pelaksanaan RPJPD Kabupaten Purworejo Tahun 2005-2025.

“Kita telah merasakan hasil pelaksanaan pembangunan 5 tahun ke belakang. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan Akhir Masa Jabatan (SMK) Bupati oleh Inspektorat Provinsi Jawa Tengah, Purworejo mendapatkan nilai 91,40 dengan predikat Sangat Baik,” ungkap Wabup, di depan rapat paripurna DPRD dalam agenda Penyampaian Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026, Selasa (6/4).

Namun, kata Wabup, masih terdapat beberapa target kinerja yang belum tercapai di RPJMD periode sebelumnya. Dan terhadap beberapa kinerja yang belum tercapai itu jika masih relevan akan dirumuskan kembali untuk dicapai dalam RPJMD periode 2021-2026.

Rapat Paripurna DPRD yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kelik Susilo Ardani itu dihadiri juga  Sekda Drs Said Romadhon, Kepala Perangkat Daerah, dan pejabat terkait lainya.

Wakil Bupati menjelaskan, tahapan penyusunan Ranwal RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026 telah didahului dengan kegiatan konsultasi publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026 yang melibatkan semua unsur masyarakat dalam rangka menjaring aspirasi, masukan, dan saran dari setiap unsur pemangku kepentingan. 

“Masukan maupun saran yang telah kami terima menjadi bahan penyempurnaan Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026,” katanya.

Kelik Susilo Ardani dan Fran Suharmaji mimpin rapat paripurna

Dipaparkan bahwa visi pembangunan Kabupaten Purworejo yaitu Purworejo Berdaya Saing Tahun 2025. Dari visi tersebut akan dijabarkan ke dalam 5 misi pembangunan yang dinamakan Panca Daya Saing. 

Misi pertama, meningkatkan daya saing SDM yang unggul dalam arti luas mengedepankan kompetensi keahlian dan keilmuan yang berbasis pada religiusitas masyarakat. 

“Program unggulan diantaranya peningkatan kualitas pendidikan, penuntasan regrouping SD tanpa ada ekses, pembenahan sarana prasarana pendidikan SD maupun SMP, pelatihan ketrampilan sesuai kebutuhan pasar dan kekinian, pemenuhan akses pelayanan kesehatan dasar yang menjangkau semua daur kehidupan serta pelayanan kesehatan pada 1.000 hari kehidupan pertama atau usia emas (golden age),” jelasnya.

Misi kedua, meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luas yang sinergi dengan pengembangan UMKM, perdagangan dan industry. 

”Program unggulan diantaranya peningkatan kualitas produk pertanian dan produktivitas pertanian serta modernisasi alat alat pertanian, peningkatan kualitas dan kuantitas komoditas unggulan Purworejo agar mampu bersaing dengan produk daerah lain,” katanya.

Misi ketiga,  meningkatkan daya saing pertumbuhan ekonomi daerah berbasis UMKM, perdagangan, industri serta potensi pariwisata dan seni budaya. Program unggulan meliputi peningkatan kreatifitas, inovasi dan pemberdayaan UMKM, melalui Tresno Purworejo Larisi Purworejo ASN agar menggunakan beras premium dan produk lokal Purworejo. Meningkatkan investasi, pelayanan yang cepat, tepat dan transparan didukung Mall Pelayanan Publik yang representatif. 

“Juga menjadikan pantai Dewa Ruci sebagai wisata berkelas internasional dengan tetap memperhatikan wisata dan seni budaya lokal serta optimalisasi Pasar Purworejo sebagai magnet pertumbuhan ekonomi dan revitalisasi pasar daerah,” paparnya.

Para pimpinan OPD menghadiri rapat paripurna DPRD

Misi keempat, meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Dengan program unggulan diantaranya pelatihan kompetensi bagi ASN. optimalisasi kanal aplikasi PORJO dan forum Critical Voice Point untuk menerima kritik, saran dan masukan, guna perbaikan tata kelola pemerintahan Kabupaten Purworejo.

Misi kelima, meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi. Program unggulannya meliputi penyediaan akses infrastruktur dasar yang aman, layak dan sehat. Akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar air minum, kebutuhan dasar sanitasi, jalan, persampahan dan perumahan serta telekomunikasi dan informasi yang  tercukupi dan memadai.

“Mewujudkan Purworejo terang dan bebas jalan berlubang secara bertahap, mewujudkan perkotaan Purworejo dan Kutoarjo lebih indah, menarik, dan nyaman untuk tinggal dengan penyediaan sarana prasarana perkotaan yang memadai,” katanya.

Sehingga, lanjutnya,  dapat menjadi magnet bagi pengembangan urban dan desa-desa disekitarnya dan dapat memiliki daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Purworejo dan semua desa dapat terjangkau teknologi informasi/internet sehingga terwujud smart village di Kabupaten Purworejo. (Nas)

Tinggalkan Komentar