Wabup dan PNS Pemda Dihadirkan dalam Akreditasi Polsa

KUTOARJO, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH sebagai pengguna alumni Polsa dan sejumlah alumni Polsa yang kini bekerja sebagai PNS maupun non PNS di Pemeritah Kabupaten Purworejo, dihadirkan dalam akreditasi Politeknik Sawunggalih Aji (Polsa) Kutoarjo, Senin (15/7).

Pada kesempatan itu Wabup Yuli Hastuti mengatakan, akreditasi institusi merupakan penilaian dan pengakuan publik atas pengelolaan sebuah institusi. Apabila Polsa mampu meraih akreditasi yang semakin tinggi, maka tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi eksistensi Polsa di masa-masa mendatang.

Karena memberikan jaminan bahwa Polsa sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sehingga mampu memberikan perlindungan dari penyelenggaraan pendidikan yang tidak memenuhi standar.

Dikatakan, Polsa merupakan salah satu aset penting sekaligus kebanggaan Kabupaten Purworejo di bidang pendidikan. Alumninya dinilai berkualitas sehingga dengan cepat terserap dalam bursa kerja, di tengah persaingan yang sangat ketat. Terlebih pada program studi teknik informatika yang memang sangat dibutuhkan di era milenial sekarang ini.

“Diharapkan Polsa akan bisa lebih meningkatkan perannya dengan menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan alumni yang memiliki iptek dan imtaq, dalam menghadapi tantangan jaman dan turut memberikan kontribusi yang signifikan bagi daerah,” tuturnya.

Menurutnya, dalam melakukan kerjasama Pemda dengan Polsa sudah lama yang dituangkan dalam MoU. Tentu kerjasama ini terus dilanjutkan mengingat OPD-OPD di Pemda sangat membutuhkan lulusan dari Perguruan Tinggi, seperti dari Polsa.

Sementara itu Direktur Polsa Aji, Sapta Aji, S.Kom, M.M mengatakan, akreditasi ini untuk melakukan penilaian terkait pelaksanaan pendidikan di Polsa baik SDM yang dimiliki dan kualitasnya, infrastruktur kelas dll.

“Dalam akreditasi ini kami menghadirkan Wabup Ibu Yuli Hastuti sebagai pengguna. Lulusan Polsa ada sekitar 10 orang lebih yang bekerja di Pemda. Selain di pemerintahan juga banyak yang berhasil di swasta seperti Batam, Jakarta. Kami tidak menghadirkan semua mengingat jauh dan kesibukan kerja, sehingga yang dihadirkan untuk ikut diwawancara dari daerah yang ada di wilayah Purworejo,” jelasnya.

Sapta Aji menambahkan, tim asesor dalam melakukan penilaian sangat aktif dan detil. Pihaknya optimis akan mendapat nilai B, bahkan sudah menyiapkan program studi baru. Seperti bidang perpajakan dan rekayasa perangkat lunak. (A)

Tinggalkan Komentar