Verra Anggraeni, Dokter dan Pengusaha Sukses yang Cinta Tari Ndolalak

PURWOREJO, Meski berprofesi sebagai seorang dokter gigi, Hj Verra Anggraeni, M.Kes lebih dikenal sebagai seorang pengusaha wanita yang sukses mengelola bisnis umroh dan haji serta wisata. Di bawah bendera Sindo Wisata Travel, wanita 40 tahun itu kini tengah mengembangkan bisnis baru di bidang kuliner: Roti Gajah.

Semua jenis usahanya itu dijadikan satu lokasi yakni di ruko Jalan Gajah Mada Besole, Bayan, sekaligus sebagai rumah tinggal. Verra menempati empat ruko sekaligus tujuannya untuk memudahkan menangani passionnya itu.

“Saya buka praktek (sebagai dokter gigi) mulai pukul 08.00 sampai 20.00, atau sesuai janji dengan pasien,” kata Verra kepada Purworejo News, usai menjadi nara sumber selaku pelaku pariwisata pada acara ulang tahun ke-14 Partai Gerinda di Hotel Sanjaya, Sabtu (12/2).

Sebelumnya, selama 10 tahun Drg Verra tercatat sebagai PNS. Karena ingin fokus untuk mengembangkan bisnis travel wisatanya, tahun 2012 dirinya resign sebagai PNS dan membuka praktek mandiri sejak tahun 2015.

Drg Verra Anggraeni dan ndolalak

Sebelum menetap di Purworejo pada tahun 2012, ibu lima anak itu banyak menghabiskan waktu di Jakarta. Sebagai owner travel wisata perjalanan ke luar negeri, Verra mengaku sudah mengunjungi 3/4 negara yang ada di dunia.

“Saya memang harus ikut dengan peserta wisata, terutama saat berkunjung ke negara-negara yang berkonflik seperti di Timur Tengah atau Afrika,” kata istri H Rahman, Lc itu.

Terkait dengan perannya di dunia seni, Verra menyebut, hal itu karena hiburan seni merupakan bagian dari industri pariwisata. Dirinya begitu antusias ketika bercerita tentang kesenian khas Purworejo yakni ndolalak.

“Dalam setiap kesempatan menyambut tamu, saya selalu menampilkan kesenian ndolalak. Ini sama halnya kalau ke Bali kita disuguhi tari Kecak, atau kalau ke Mesir kita disambut Tari Perut,” ucap Verra yang membina Ndolalak Sekar Arum.

Drg Verra Anggraeni dan keluarga

Ia juga membuat jargon “Belum ke Purworejo kalau belum lihat ndolalak”. Hal itu sebagai bentuk upayanya untuk nguri-uri kesenian khas Purworejo selain jaran kepang.

Menurutnya, Ndolalak adalah kesenian yang harus mendunia karena merupakan ciri khas Purworejo.

Masyarakat Purworejo pun, lanjut Verra, harus bangga punya kesenian tari Ndolalak yang sudah sangat melegenda tersebut.

Dokter yang hobi traveling itu mengaku, bisnis travel yang digelutinya bersama suami sejak tahun 2004 itu sempat mengalami kolaps saat pandemi melanda. Tepatnya tahun 2019 hingga 2021.

Drg Verta Anggraeni dan bisnis umrohnya

Akhirnya, Verra membuka bisnis baru di bidang kuliner dengan membuat Roti Gajah mulai tahun 2019.

“Di masa keterpurukan akibat pandemi Covid-19, sebagai seorang pengusaha kita harus bisa mencari usaha baru. Akhirnya saya membuka bisnis baru ini yakni memproduksi Roti Gajah,” lanjutnya.

Bagi Verra, kuliner pun berhubungan dengan pariwisata. Yakni untuk mensupport jalannya pariwisata serta sebagai destinasi wisata.

Sebagai seorang ibu dari lima anak Verra bersyukur bisa menghantar dua anaknya hafidz Al Quran.

Drg Anggraeni dan bisnis Roti Gajah

“Anak yang nomor dua dan tiga sekolah ponpes di Salatiga. Yang bungsu kuliah semester 4, sedangkan si bungsu baru berumur tiga tahun,” papar Verra.

Di tengah kesibukannya sebagai seorang pengusaha, dokter gigi, dan pembicara atau nara sumber bidang seni dan pariwisata, Verra tampak menikmati ritme hidupnya dengan gayanya yang ceria.

“Dinikmati saja,” begitu katanya. (Dia)

Tinggalkan Komentar