Upaya Nyata Menangani Pandemi Covid-19: Sinergi Mengendalikan Penularan dan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak di Kabupaten Purworejo

Oleh: Ahmad Nas Imam

Kabupaten Purworejo sejak sebulan terakhir berada di level 4 menyusul peningkatan jumlah warganya yang terkonfirmasi positif covid-19. Angka penambahan pasien covid-19 tinggi, begitu juga angka kematian. Untungnya angka pasien yang sembuh juga banyak.

Data di Sekretariat Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo menyebutkan, sejak 1 Agustus hingga 10 Agustus 2021, terdapat penambahan pasien positif covid-19 sebanyak 1.043 orang.

Sementara jumlah pasien covid-19 yang meninggal dunia dalam kurun waktu yang sama sebanyak 92 orang. Kondisi yang memprihatinkan itu mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo melakukan langkah-langkah terobosan, yang tujuannya mengendalikan laju penambahan warga terpapar Covid-19, sekaligus meringankan beban ekonomi warga yang terpapar.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Bupati Purworejo Agus Bastian adalah menjadikan Gedung Olahraga Sarwo Edhi Wibowo sebagai tempat isolasi terpusat.

Di isolasi terpusat, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi dengan nyaman tanpa risiko penularan kepada anggota keluarganya.

Bupati Purworejo Agus Bastian (kanan) saat meninjau tenda petugas di komplek Isoter

Senin (9/8) malam lalu, Bupati meninjau tempat isolasi terpusat tersebut. Kepada wartawan Bupati menjelaskan, isolasi mandiri di rumah mempunyai risiko penularan lebih tinggi, khususnya bagi anggota keluarga yang serumah dan tetangga dekat.

“Oleh karena itu kita dorong agar warga yang terpapar Covid-19 mau dibawa ke tempat isoter ini agar mendapatkan penanganan dan pengawasan yang lebih intensif,” tandas Bupati.

Bupati yang juga kader Partai Demokrat itu menyatakan, inspeksi itu dilakukan untuk memastikan pelayanan dan penanganan serta kendala yang dihadapi pada tempat isoter yang ada di Kabupaten Purworejo.

Dikatakan, kesiapan tempat isoter sangat penting dalam penanganan pandemi Covid- 19 saat ini untuk menjaga jangan sampai penyebarannya lebih meluas. Dengan isolasi terpusat diharapkan pasien yang menjalani isolasi dapat terpisah dengan keluarganya yang sehat sehingga tidak menularkan virus kepada keluarganya.

Upaya lainnya yaitu menggenjot vaksinasi bagi masyarakat. Menurut Bupati, vaksinasi juga menjadi kunci menangani pandemi.

Relawan dari Rumah Aspirasi Mas Bram membagikan sembako kepada warga

“Jangan ada penyetokan vaksin terlalu lama. Ketika vaksin datang segera suntikkan agar lebih banyak masyarakat yang divaksin dan cepat tercapai herd immunity,” tegasnya.

Sementara itu, sejalan dengan upaya Pemda Purworejo menangani pandemi Covid-19, anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Bramantyo Suwondo M, M.IR atau Mas Bram juga melakukan langkah nyata berupa pemberian bantuan paket sembako dan beasiswa PIP.

Kepada wartawan Bramantyo menyatakan prihatin melihat masih banyaknya masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Purworejo. Hal itu berakibat meningkatnya jumlah warga yang melakukan isolasi mandiri.

“Kami ingin mengulurkan tangan secara langsung membantu masyarakat, sebagai bentuk kepedulian selaku wakil rakyat dari Dapil Jateng VI,” kata Mas Bram, di sela-sela kegiatan Reses di Purworejo dan Magelang, Selasa (10/8).

Paket sembako yang siap didistribusikan

Sejak diberlakukan PPKM Level 4 di Kabupaten Purworejo, Mas Bram telah membagikan sebanyak 1.000 paket bantuan sembako. Paket sembako berisi beras, minyak goreng, mie instan, gula, kopi, teh, dan lain-lain.

Pembagian dilakukan oleh relawan Rumah Aspirasi Mas Bram secara door to door untuk mengurangi risiko terjadinya kerumunan di masyarakat.

Menurut Mas Bram, bantuan tersebut diharapkan dapat memberi semangat serta menguatkan solidaritas. Juga membawa pesan bahwa kebersamaan menjadi kunci keberhasilan kita semua, kunci keberhasilan bangsa Indonesia agar lekas bisa keluar dari pandemi Covid-19.

Bersamaan dengan pembagian sembako, Mas Bram juga menyalurkan bantuan/beasiswa PIP (Program Indonesia Pintar) Tahun 2021 kepada adik-adik siswa SD, SMP, SMA, SMK di Dapil Jawa Tengah VI. Tahap 1 sebanyak 17.000 bantuan/beasiswa PIP Aspirasi Mas Bram, yang diperjuangkan melalui Kemendikbud RI, dan sudah bisa dicairkan dananya di bank-bank penyalur.

“Semoga dengan bantuan sembako kepada masyarakat dan bantuan/beasiswa PIP bagi siswa-siswa ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di Dapil Jawa Tengah VI, dan dapat meringankan beban akibat dampak pandemi Covid-19 yang telah kita alami lebih dari 15 bulan ini,” tutur Mas Bram yang merupakan cucu Letjen TNI Sarwo Edhi Wibowo. ***

#2dekadedemokrat

 625 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *