Upacara Peringatan Hari Guru di Purworejo Digelar Secara Terbatas

PURWOREJO, Pandemi telah membuat guru harus berjuang mendatangi murid, menangis melihat murid mereka semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis, guru juga mengalami tekanan ekomomi. Sangat wajar saat ini banyak guru yang terdemotivasi.

Demikian sambutan Mendikbud Ristek RI Nadiem Makarim yang dibacakan Sekda Purworejo Said Romadhon pada upacara Peringatan Hari Guru Nasional di halaman Kantor Setda, Kamis (25/11) pagi.

Meski begitu, lanjut Mendikbud Ristek, masih terpancar semangat guru di daerah terpencil yang menyadarkan bahwa pandemi tidak memadamkan semangat para guru tapi justru menyalakan obor perubahan.

Undangan terbatas upacara Hari Guru

Guru se-Indonesia menginginkan akses teknologi yang relevan bisa mengakomodasi keinginan murid yang beragam. Guru juga menginginkan adanya inovasi tanpa dijajah oleh keseragaman.

Ketua PGRI Irianto Gunawan kepada Purworejo News mengatakan, meski masih dalam keterbatasan kegiatan akibat pandemi, peringatan HUT PGRI sekaligus Hari Guru tetap dilaksanakan.

“Seperti tahun sebelumnya, kali ini pun peserta upacara hanya diwakili perwakilan 18 cabang, masing-masing tiga orang,” ucapnya. Dirinya juga bersyukur, rangkaian kegiatan yang dilakukan menyambut HUT PGRI dan HGN dapat berjalan dengan lancar.

Ketua PGRI Purworejo Irianto Gunawan

“Kegiatan pamungkas yakni lomba catur di Desa Kaligesing Kecamatan Purworejo. Alhamdulillah semuanya berjalan sukses”.

Selaku ketua PGRI dirinya berharap pada situasi Covid-19 para guru tetap semangat untuk memajukan mutu pendidikan di Purworejo.

Upacara dihadiri Kadindikpora Kabupaten Purworejo Dr Sukmo Widi Harwanto, SH, MM, Ketua PGRI Purworejo Irianto Gunawan serta perwakikan guru dan undangan terbatas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *