Untuk Keadilan, Pendaftaran PPDB Diusulkan Hanya Melalui Jalur Zonasi dan Prestasi

PURWOREJO, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini kembali menerapkan aturan sistem prosentase melalui empat jalur. Yakni zonasi (50%), prestasi (30%), afirmasi (15%), dan mutasi (5%,). Hal tersebut berdasarkan Permendikbud No 44 tahun 2019.

Meski tidak terlalu signifikan menurunkan kualitas akademik namun peraturan tersebut dinilai kurang memberikan rasa keadilan, termasuk menjadi berkurangnya daya tampung siswa yang berprestasi secara murni.

Seperti disampaikan Kepala SMPN 2 Purworejo, Yosiyanti Wahyuningytas, M.Pd. Saat diminta tanggapannya tentang aturan prosentase tersebut, Yosi menyatakan ada baiknya aturan tersebut dikaji ulang di tahun mendatang.

Yosi berpendapat, sebaiknya PPDB hanya melalui dua jalur yaitu zonasi dan prestasi dengan prosentase seimbang.

Yosiyanti Wahyuningytas

Alasannya, kata Yosi, agar siswa yang kurang mampu secara finansial atau afirmatif bisa bersaing di jalur prestasi. Demikian pula dengan jalur mutasi, mereka bisa mendaftar melalui jalur prestasi.

“Ini akan lebih fair karena mereka juga harus berkompetisi secara akademik,” kata Yosi, Rabu (22/6) di ruang kerjanya.

Meski begitu Yosi menegaskan bahwa SMPN 2 dalam setiap penilaian pembelajaran, akan terus menerapkan standar penilaian yang telah ditetapkan bersama dewan guru.

Hal itupun, lanjut Yosi, tidak mematahkan semangat para guru untuk bekerja keras mendidik siswa agar menghasilkan output secara maksimal.

Wasit Diono

“Puji Tuhan SMPN 2 tetap menjadi referensi bagi siswa berprestasi. Dua tahun terakhir ini, meski sudah menerapkan sistem zonasi dalam PPDB, SMPN 2 masih menghasilkan juara nasional baik bidang akademik maupun non akademik,” katanya.

Yosi pun berharap walaupun jalur zonasi mendominasi, tapi anak yang pintar secara akademis bisa tetap tercover.

Terkait dengan masukan tersebut, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Purworejo Wasit Diono, S.Sos menyatakan bahwa aturan yang berlaku saat ini memang demikian adanya. Menurutnya, setiap komposisi memiliki kekurangan dan kelebihan.

Meski begitu ia mengapresiasi usulan atau masukan yang disampaikan. “Kami akan berusaha memperhatikan dan menampung aspirasi maupun masukan yang disampaikan. Hal tersebut akan kami jadikan sebagai bahan evaluasi ke depan,” pungkas Wasit. (Dia)

Tinggalkan Komentar