UMP Sambut 1.010 Mahasiswa Baru, 10 Orang Diantaranya Difabel

PURWOREJO, Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKKMB) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) tahun akademik 2022/2023 diikuti 1.010 maba ,10 diantaranya merupakan mahasiswa difabel. Acara yang akan digelar selama lima hari dibuka oleh Rektor Rofiq Nurhadi pada Senin (19/9).

Bertempat di Auditorium Kasman Singodimedjo, para mahasiswa baru itu diterima oleh jajaran rektorat serta pengurus Badan Pelaksana Harian (BPH) UMP.

Di hadapan mahasiswa baru UMP, Rofiq menyampaikan bahwa PPKKMB merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akademik. Melalui program tersebut, katanya, mahasiswa diharapkan bisa memahami dan mengetahui lebih komprehensif tentang tupoksi mereka.
Jadi nantinya para mahasiswa lebih baik dan sempurna dalam merencanakan kegiatan.

“Kami berharap mahasiswa UMP bisa lulus tepat waktu dan berprestasi baik akademik maupun non akademik di tingkat lokal, regional, maupun global,” lanjut Rofiq. Dirinya pun mengajak mahasiswa berkarya untuk sukses bersama di kampus merdeka.

Mahasiswa difabel UMP ikut PPKKMB

Terkait jumlah mahasiswa, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Budi Setiawan menjelaskan, jumlah mahasiswa tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yakni 954 orang.

Sebanyak 1.010 mahasiswa inipun belum termasuk yang jenjang Magister Bahasa Inggris karena proses pendaftaran belum selesai. Rencananya pendaftaran akan berlangsung hingga akhir Oktober.

Budi menambahkan, UMP menerima mahasiswa difabel karena kampusnya telah memenuhi standar yang telah ditetapkan. Antara lain saat mengikuti kuliah mereka di lantai 1 dan ada pendamping.

Menurutnya, ini bukan tahun pertama UMP menerima mahasiswa difabel. Tahun lalu, lanjut Budi, ada 12 mahasiswa difabel yang tersebar di lima fakultas.

Rektor UMP Rofiq Nurhadi, berharap mahasiswa berprestasi

Untuk memfasilitasi mahasiswa difabel, di UMP juga tersedia unit layanan konsultasi difabel serta komunitas keluarga mahasiswa difabel (kamadifa). Selain itu pihak kampus juga menyediakan asrama difabel yang lokasinya terintegrasi di Plaosan.

Selama kegiatan PPKKMB, mahasiswa mendapatkan materi beragam. Termasuk sambutan singkat dari Mendikbud Ristek Nadiem Makarim yang antara lain menyampaikan bahwa PPKKMB merupakan gerbang untuk menanbah semangat mahasiswa ke jenjang yang lebih tinggi.

Materi lain, diantaranya wawasan kebangsaan dan bela negara, narkotika dan dampaknya bagi pelajar, bahaya LGBT dan cara menanggulanginya.

Juga pengenalan lingkungan kampus dari bidang akademik, kemahasiswaan, serta fakultaria dan beragam kegiatan yang bisa diikuti di kampus, termasuk unit kegiatan mahasiswa. Di hari Jumat atau penutupan PPKKMB akan diadakan pawai taaruf yang diikuti seluruh warga kampus.(Dia)

Tinggalkan Komentar