Ubah Mindset, Pelaksana DWP Purworejo Ikuti Seminar Pola Pengasuhan Anak dalam Keluarga

PURWOREJO, Pola makan anak juga termasuk hal yang penting bagi pengasuhan anak dalam keluarga. Saat ini yang diyakini sebagian besar orang tua yaitu bahwa anak-anak lebih baik diberi sayur bening daripada sayur lodeh yang bersantan dan berminyak. Faktanya, anak-anak lebih membutuhkan asupan karbohidrat dan lemak. Hal itu diperlukan untuk tumbuh kembang mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Endah Setyaningsih, S.SIT saat menjadi salah satu pemateri pada acara seminar Pola Pengasuhan Anak dalam Keluarga yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo, Selasa (31/5).

Acara yang berlangsung di Pendopo kabupaten itu diikuti puluhan unsur pelaksana DWP dari instansi, dinas, dan kecamatan. Penasehat DWP Hj Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian serta ketua Dra Hj Erna Setyowati Said Romadhon juga turut menghadiri acara tersebut.

Selain itu Endah juga mengedukasi peserta untuk menggunakan garam setelah sayuran masak dan api dimatikan. Juga diperhatikan isi piring dengan empat bintang, yakni nasi, sayur, lauk, dan buah dnegan komposisi seimbang. “Tinggi badan anak bisa dikoreksi dengan nutrisi empat bintang yang tepat,” katanya.

Pembicara lain yakni Dwi Susi Herawati, S.Psi yang membahas tentang pola asuh anak, terutama remaja. Menurutnya, anak dibentuk oleh 20% lingkungan, 20% sekolah, dan 60% keluarga.

Susi antara lain menjelaskan bahwa cara membentuk karakter anak yakni dengan menanamkan adab. “Bila kita menyuruh anak dengan nada tinggi maka jangan kaget bila ia akan menjawabnya dengan nada tinggi pula,” katanya.

Peserta mendapatkan doorprize dari ketua DWP Erna Said Ramadhan

Dalam sambutannya, Ketua DWP Erna Said Setyowati menyampaikan, orang tua sebaiknya memantau pemakaian HP anak terutama untuk media sosial. Termasuk juga pergaulan anak.

“Semakin dewasa (anak) menjadi bebas di luar. Dia bisa memiliki teman yang baik dan buruk, serta bisa mengetahui dunia yang hitam, putih, dan abu-abu,” katanya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan pada hari ini para peserta akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Termasuk kiat-kiat membentuk anak yang sesuai harapan, sehingga mereka dapat menjadi aset bangsa.

Menurutnya, yang utama adalah peran ibu yang tak jarang mempunyai peran ganda. Yakni harus bisa pandai membagi waktu, khususnya untuk anak dan keluarga.

Adapun ketua panitia Widyawati Dyah Sukmo Widi mengatakan, bahwa tujuan dari seminar selain untuk meningkatkan SDM para pelaksana DWP juga untuk membentengi generasi bangsa dari pengaruh negatif. (Dia)

Tinggalkan Komentar