Tingkatkan Kecintaan Budaya, Mahasiswa KKN UNS Lakukan Pelatihan Batik untuk Anak-anak Desa Brunosari

BRUNO, Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 56 Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) periode Juli-Agustus 2021 melakukan pelatihan membatik di Desa Brunosari, Kecamatan Bruno, pada Rabu, (18/8/2021). Tim KKN 56 UNS yang terdiri atas 10 mahasiswa telah melakukan koordinasi dengan kepala desa terkait kegiatan ini. 

Kepala Desa Brunosari, Zaenal Abidin, mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu pernah dilaksanakan pelatihan membatik untuk ibu-ibu Desa Brunosari, tetapi belum ada pelatihan untuk anak-anak. 

Oleh karena itu, kegiatan ini melibatkan anak-anak secara aktif sebagai peserta dalam pelatihan. Anak-anak yang mengikuti kegiatan pelatihan membatik merupakan siswa TK hingga SD di desa tersebut.

Bertempat di aula samping Masjid At-Taqwa Dusun Sirebut Wetan, Desa Brunosari, praktik membatik dilakukan dengan pengawasan penuh dari Tim KKN 56 UNS.

Anak-anak belajar membatik dengan bimbingan para mahasiswa

Alat dan bahan yang digunakan untuk proses membatik seperti kompor, wajan, canting, dan pewarna telah disiapkan oleh mahasiswa KKN.

Setiap tahap pembuatan batik tulis dilakukan oleh anak-anak dengan pendampingan penuh dari mahasiswa KKN, dari tahap pembuatan pola hingga finishing berupa pewarnaan. 

Untuk mempermudah anak-anak dalam proses mencanting, mahasiswa KKN UNS juga menyiapkan contoh motif batik modern yang sederhana. 

Kegiatan pelatihan batik diikuti dengan antusias oleh semua anak, terbukti dengan banyaknya anak-anak yang memiliki inisiatif untuk bertanya terkait kreasi motif batik masing-masing. Selain itu, setiap tahapan membatik selalu diikuti dengan tertib oleh anak-anak.

Tim KKN 56 UNS bersama anak-anak Desa Brunosari

Salah satu orang tua siswa, Nurul Inganah, mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena waktu luang anak selama masa pembelajaran jarak jauh dapat terisi dengan kegiatan yang bermanfaat.

Harapan dari Tim KKN UNS dengan adanya kegiatan ini dapat mengedukasi dan meningkatkan kecintaan anak bangsa agar senantiasa mencintai kebudayaan lokal Indonesia, khususnya batik.  

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan jiwa ketelatenan, kesabaran, dan kekreatifan anak. Selain itu juga memberikan edukasi sehingga dapat meningkatkan rasa cinta terhadap budaya batik” , ucap Irfan Nawawi, Koordinator Tim KKN 56 UNS Desa Brunosari.

Pada seluruh rangkaian kegiatan KKN 56 UNS, mahasiswa KKN UNS selalu membagikan masker kepada setiap peserta yang akan mengikuti kegiatan. Selain sebagai contoh tindakan nyata dalam pencegahan penyebaran Covid-19, hal ini dilakukan juga untuk membiasakan masyarakat memakai masker terutama saat keluar rumah. (***)

 462 kali dilihat,  7 kali dilihat hari ini

One comment

  1. Sungguh luar biasa KKN UNS menjadikan masyarakat tergugah akan kesadaran melestarikan salah satu budaya yang perlu di lestarikan.dengan masih adanya kepedulian mahasiswa sebagai penerus estafet kepemimpinan yanag akan datang kami bangga dan sangat mendukung adanya pelatihan budaya batik tradisional.
    Smoga dapat mamacu anak anak yang masih butuh bimbingan dan suport.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *