Tiga Hari Hujan Deras, Longsor dan Jalan Rekah Terjadi di Bruno dan Pituruh

PITURUH, Hujan deras yang turun selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa (9/8) malam hingga Kamis (11/8) malam mengakibatkan terjadi tanah longsor dan rekahan tanah di Desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh. Tanah longsor dan rekahan jalan terjadi Jumat (12/8) pagi pukul 06.00.

Kapolsek Pituruh AKP Saptohadi, S.Pd, SH, MH melaporkan, tanah longsor terjadi di dua tempat yakni 3×6 meter dan 3×4 meter. Longsoran tanah tidak mengenai permukiman penduduk.

Sementara rekahan jalan terjadi di beberapa titik di sepanjang ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Pituruh-Wonosobo.

“Rekahan jalan ada dua tempat panjang sekitar enam meter dan empat meter. Namun masih bisa dilewati sepeda motor,” jelas AKP Saptohadi.

Menurut Kapolsek, saat ini kondisi Desa Pamriyan aman terkendali. Jumat pagi warga bersama Polsek dan Koramil melaksanakan kerja bakti membersihkan material longsoran di wilayah dusun masing masing, sehingga jalan penghubung antar desa sudah bisa dilewati kendaraan roda dua.

Warga bergotong royong membersihkan material longsoran

Bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Gowong, Kecamatan Bruno, Kamis (11/8) malam sekitar pukul 21.30. Longsoran tanah dari tebing jalan Gowong-Watuduwur, tepatnya di di Dusun Sigebang RT 2 RW 2. 

Alibatnya, jalan tertutup material dan tak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Jumat pagi warga setempat berhasil membersihkan material longsoran sehingga jalan dapat dilalui kendaraan lagi. (Nas)

Tinggalkan Komentar