Tiap Tahun Tambah 60 Orang, Penderita HIV di Purworejo Tersebar di 16 Kecamatan

PURWOREJO, Keberadaan penderita HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kabupaten Purworejo yang tersebar di seluruh kecamatan dinilai sangat memprihatikan. Data sejak lima tahun lalu menunjukkan, tiap tahun ada penambahan penderita rata-rata 60 orang pertahun.

“Bahkan tahun ini hingga Maret sudah ditemukan 12 penderita HIV tersebar di 7 kecamatan,” jelas Triyo Darmaji, SKM, Kasi Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Selasa (7/4).

Namun demikian, perkembangan kasus HIV Kabupaten Purworejo di Jateng termasuk paling rendah. Hal itu terbukti Purworejo jadi satu-satunya daerah yang tidak mendapatkan anggaran dari GF ATM (Global Find AIDS TB Malaria).

Dijelaskan, hingga kini ada sekitar 200 penderita HIV yang terpantau di Kabupaten Purworejo. Usia mereka bervariasi, antara 20 hingga 58 tahun. Namun terbanyak berusia 30-40 tahun.

Pembinaan terhadap penderita HIV dari Dinkes

“Tapi dari 200 penyandang HIV, yang aktif berinteraksi baik dengan sesama penderita maupun dengan pemerintah hanya 50 orang,” terangnya.

Menurut Triyo, mereka sering diajak untuk memberikan testimoni dan motivasi kepada penderita HIV baru. Mera masuk dalam Kelompok Dukungan Sebaya.

Ke-50 orang itu dengan kesadaran tinggi menjalani pengobatan anti retroviral (ARV) yang disediakan oleh Dinas Kesehatan. ARV adalah obat yang berfungsi memperlambat perkembangan virus.

ARV bekerja dengan menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri, dan mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4.

Berikut daftar kecamatan dengan jumlah penderita HIV. Purworejo (34), Purwodadi (24), Gebang (23), Pituruh (22), Bayan (20), Kutoarjo (19), Ngombol (17), Kemiri (17), Banyuurip (16), Kaligesing (16), Bener (16), Grabag (14), Bruno (14), Loano (12), Butuh (9) dan Bagelen (6). (Nas)

Tinggalkan Komentar