Tersinggung Status Whatsapp, Ratusan Warga Desa Guntur Geruduk Balai Desa Donorati

BENER, Diduga karena tersinggung atas status WhatsApp yang diunggah oleh salah satu warga Desa Donorati, Kecamatan Purworejo, ratusan warga Desa Guntur, Kecamatan Bener
menggeruduk balai desa Donorati. Kedatangan mereka untuk meminta pertanggungjawaban dan klarifikasi status Whatsapp yang diunggah oleh warga Desa Donorati.

Berdasarkan keterangan yang dirilis Polres Purworejo kepada media pada Kamis (12/5) petang disebutkan, kejadian tersebut bermula saat Sabtu (7/5) malam, warga Desa Donorati mengadakan acara halal bihalal dengan hiburan ndolalak.

“Ternyata ada salah satu warga Desa Guntur yang ikut menonton sampai mendem (trance). Yang bersangkutan kemudian mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari warga dan didenda sebesar Rp 3 juta sesuai kesepakatan yang dibuat sebelumnya,” jelas Kasie Humas Polres Purworejo Iptu Madrim Suryantoro kepada Purworejo News.

Denda senilai Rp 3 juta tersebut, lanjutnya, merupakan hasil kesepakatan yang disampaikan sebelumnya oleh Kades Donorati, Paryoto, kepada siapa saja yang mengganggu jalannya acara. Nominal tersebut semacam ganti rugi untuk penyelenggara bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Situasi di depan balai desa Donorati memanas

Masih kata Madrim, selain didenda, rekaman video penganiayaan terhadap warga Guntur tersebut diunggah ke medsos oleh salah satu warga Desa Donorati.

Hal tersebut menimbulkan kemarahan dan ketersinggungan warga Desa Guntur yang kemudian menggeruduk Balai Desa Donorati pada Kamis siang.

Beruntung warga yang emosi tidak sampai melakukan tindakan anarkhis. Sebanyak 10 orang perwakilan warga Desa Guntur diterima oleh kepala desa Donorati dan dimediasi oleh Kapolsek Purworejo AKP Bruyi Rohman, SH, MH.

Perwakilan warga Guntur berdialog dengan pihak pemerintah Desa Donorati

Dalam kesempatan itu Kapolsek menyampaikan agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan saling menghargai.

“Kami akan hadirkan orang yang mengupload video tersebut, tetapi tidak bisa sekarang mengingat kerawanannya,” ujarnya.

Dirinya menyarankan agar nantinya pengupload video membuat klarifikasi dan permintaan maaf yang selanjutnya diunggah di medsos.

Kapolsek Purworejo AKP Bruyi Rohman, SH, MH di tengah kerumunan massa

“Jika ada pihak yang tidak bisa menerima atas dugaan kasus penganiayaan tersebut, bisa dilaporkan ke Polsek Purworejo untuk ditindaklanjuti,” lanjut Bruyi.

Kepala Desa Donorati pun meminta maaf atas insiden tersebut. “Uang denda sebesar Rp 3 juta akan dikembalikan ke warga Desa Guntur. Kami juga akan bertanggungjawab kepada korban penganiayaan dengan mengganti biaya pengobatannya,” kata Paryoto.

Setelah mendengar hasil mediasi serta penjelasan dari perangkat Desa Guntur dan Kades Donorati, masyarakat Desa Guntur membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

Atas kejadian tersebut Madrim berpesan agar masyarakat bijak dan teliti dalam bermedsos. “Hal itu untuk menghindari ketersinggungan satu sama lain,” pungkasnya. (Dia)

Tinggalkan Komentar