Teknologi Metaverse Dipamerkan dalam Peringatan ke-18 SMKN 7 Purworejo

BAGELEN, Salah satu karya unggulan berupa metaverse dipamerkan tim IT guru SMKN 7 Purworejo dalam Gelar Karya saat peringatan milad ke-18 sekolah tersebut. Acara yang digelar secara meriah pada Kamis (21/7) itu diadakan di halaman sekolah setempat.

Melalui teknologi metaverse itu, suasana pameran di sekolah tersebut dapat terkoneksikan dengan pihak luar yang ingin mengetahui aneka produk yang ditampilkan secara virtual. Hal itu dapat terlihat melalui aplikasi yang didesain oleh tim IT SMKN 7.

Karya tersebut menurut Kepala SMKN 7 Wiwik Pujiastuti, M.Si melalui Humas Afiana, M.Pd, merupakan yang pertama dilakukan oleh SMK di Purworejo.

Dalam gelar karya tersebut juga ditampilkan produk unggulan lainnya berupa aneka varian pembalut wanita yang bisa dicuci ulang bermerk “Siklus”. Selain pembalut wanita, varian produk dimaksud berupa baby pants cuci ulang dan lansia pants dengan berbagai ukuran.

Produk unggulan pembalut wanita “Siklus’

“Aneka produk tersebut sudah merambah ke berbagai wilayah di Indonesia melalui agen pemasaran di seluruh Indonesia,” kata Afiana kepada Purworejo News, Kamis (21/7) di ruang kerjanya.

Acara tasyakuran dihadiri perwakilan kepala SD, SMP, SMA, dan SMK di Purworejo. Juga diadakan panggung berupa pentas seni dan pameran yang menampilkan karya siswa.

Lebih lanjut Afiana menyampaikan, acara tersebut merupakan apresiasi karya siswa baik seni maupun produk, berasal dari 12 kelas yakni dari kelas 10 dan 11 masing-masing enam kelas.

“Semua karya seni dan produk yang ditampilkan berasal dari tiga jurusan di SMKN 7, yakni Tata Busana, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, dan Akuntansi,” kata Afiana.

Dolalak, seni yang ditampilkan dalam gelar karya SMKN 7

Dari jurusan Tata Busana, selain memamerkan produk unggulan berupa varian pembalut  lanjutnya, dipamerkan juga produk berupa kain jumputan.

Dari jurusan Akuntansi, aneka produk yang ditampilkan berupa berbagai kuliner dan makanan ringan. Adapun dari jurusan Instalasi listrik berupa pameran instalasi sederhana hasil karya siswa.

“Jadi ada produk yang dijual, ada pula yang hanya sebatas dipamerkan saja sebagai bukti karya mereka,” kata Afiana.

Selain itu, setiap kelas juga menyuguhkan aneka macam seni yang ditampilkan di hadapan audiens. Selain tarian dolalak, ada juga tarian khas SMKN 7 yakni Gedrug, yang berarti hentakan kaki.

Humas SMKN 7 Afiana, sekolah pencetak wira usaha

Lainnya yakni tari Cadar Biru yang juga merupakan karya SMKN 7 yanga aslinya berupa tarian tunggal yang kemudian dibawakan oleh lima orang penari. Bertutur tentang kisah sejarah yang secara filosofi bertutur bahwa bagi siswi di SMK N 7 tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

Gelar karya SMKN 7 yang memiliki 45 guru dan 15 karyawan itu menurut Afiana sebagai ucapan rasa syukur sudah 18 tahun berada di tengah masyarakat dapat mentransfer ilmu di bidang pendidikan.

“Juga sebagai sarana memperkenalkan kepada masyarakat bahwa siswa kami punya karya dan kreativitas yang layak untuk ditampilkan serta diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat melalui karya siswa,” tegas Afiana.

Satu hal yang tak kalah penting yakni misi SMKN 7 sebagai sekolah pencetak wira usaha. “Melalui kegiatan ini diharapkan siswa lebih bersemangat dalam mengembangkan wira usaha,” pungkasnya. (Dia)

One comment

Tinggalkan Komentar