Tasyakuran HPN 2021, Wabup Apresiasi Kerjasama dan Peran Media

PURWOREJO, Pewarta Purworejo menggelar tasyakuran dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 di pendopo kabupaten, Senin (8/2) malam. Tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan duafa

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Sekda Said Romadhon, Ketua DPRD Dion Agasi Setiabudi, Wakil Ketua DPRD Yophi Prabowo, Forkopimda, Direktur PDAU Didik Presetya Adi, Direktur PDAM Tirta Perwitasari Hermawan Wahyu Utomo, Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama, serta puluhan pewarta Purworejo.

Ketua panitia Marni Utamining dalam laporannya menyebut, selain memberikan santunan untuk anak yatim dan dhuafa, para pewarta Purworejo juga mengadakan ziarah ke makam tiga bupati Purworejo serta tiga wartawan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa mereka.

“Ziarah dilaksanakan Selasa 9 Februari, ke makam bupati, yaitu makam almarhum H Marsaid di Bajangrejo, H Mahsun Zain di Lubang Lor dan H Kelik Sumrahadi di Grabag,” katanya.

Pemberian santunan kepada anak yatim-piatu

Sedang makam wartawan yang diziarahi yaitu almarhum Soeprapto di Banyuurip, almarhum Wardoyo di Baledono dan almarhum Gunarwan di Keseneng.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH mengatakan, Pemkab Purworejo mendukung kegiatan yang diadakan dalam rangka HPN yakni memberi santunan anak yatim dan duafa. Hal ini menurutnya, merupakan bentuk peduli insan pers, terlebih di tengah pandemi Covid-19.

“Saya ingin memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerjasama serta peran media yang selama ini memberikan informasi kepada masyarakat,” kata Yuli Hastuti.

Disebutkan, kegiatan tasyakuran merupakan manifestasi rasa syukur atas kenikmatan yang djberikan kepada insan pers, salah satunya adalah terjaminnya kebebasan pers.

Penyerahan tumpeng dari Ketua DPRD Dion Agasi kepada Ketua Pewarta Edi Suryana

Rasa syukur itu, menurutnya, harus diimbangi dengan terus berupaya membangun diri sebagai pers yang bertanggungjawab kepada masyarakat, Negara dan Tuhan dengan selalu menjaga profesionalisme dan integritas. Selain itu juga mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat, peka dan tetap kritis dalam mensikapi masalah.

Sebagai pilar keempat demokrasi, jurnalis melalui medianya masing-masing harus jeli menangkap peristiwa yang meresahkan masyarakat. Kemudian menampilkan informasi resminya di media massa, sehingga hoaks dan penyebarannya bisa ditekan.

“Teruslah ikut mendorong masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, dan ikut berperan serta dalam program vaksinasi Covid,-19,” pesannya.

Acara tasyakuran dilengkapi dengan tausyiyah yang diisi oleh Ustad Abdul Haq, salah seorang ulama yang cukup terkenal di Purworejo. Menurutnya, sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lainnya.

“Termasuk wartawan yang bertugas sebagai penyampai berita kepada masyarakat, maka jadilah wartawan yang solid dan profesional,” pesannya. (Dia)

 122 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *