Tandai Peringatan HUT Ke-66, SMAN 1 Resmikan Aula BJ Habibie

PURWOREJO, Tepat di usianya yang ke-66 tanggal 2 Agustus hari ini, Senin, SMAN 1 Purworejo memiliki aula yang diberi nama Aula BJ Habibie. Acara peresmian Aula BJ Habibie yang dirangkai dengan tasyakuran ulang tahun itu dilakukan dengan prokes ketat.

Hanya 22 orang yang diundang dan hadir dalam acara yang berlangsung singkat itu. Yakni Kepala SMAN 1 Nur Aziz, S.Pd, M.Pd.BI, Ketua Komite Drs Pram Prasetyo Achmad, MM, 15 manajemen sekolah, dan lima perwakilan guru. Acara tersebut juga disiarkan secara virtual melalui google meet.

Aula BJ Habibie terletak di lantai 2 ruang utama SMAN 1 yang gedungnya berada tepat di tengah gedung lainnya. Ruangan semi open space itu semula bernama ruang karakter.

Pram Prasetyo yang menjelaskan asal muasal ruangan tersebut diberi nama Aula BJ Habibie tersebut. “Saat kunjungannya ke SMAN 1 Purworejo tahun 2015 lalu, BJ Habibie pernah berucap bahwa Purworejo merupakan pusat orang-orang cerdas,” ucapnya.

Kepala SMAN 1 Nur Aziz menandatangani prasasti peresmian Aula BJ Habibie

Saat itu, lanjut Pram, BJ Habibie berpesan agar SMAN 1 bisa terus mengawal lahirnya orang-orang hebat. “Itulah yg menyebabkan ruang karakter diubah namanya menjadi Aula BJ Habibie bersamaan dengan peringatan 66 tahun SMAN 1,” kata Pram.

Selain itu Pram juga berkisah tentang sejarah berdirinya SMAN 1 yang turut diperjuangkan oleh salah satu pendirinya yakni Pamuji. Dia merupakan kepala daerah Purworejo. Waktu itu SMAN 1 Purworejo menjadi satu-satunya SMA di tingkat kabupaten yang ada di Indonesia.

Kepala SMAN 1 Nur Aziz, M.Pd.BI, secara terpisah mengungkapkan, aula yang memiliki luas 20×20 m itu selama ini dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan pembentukan karakter siswa. Seperti untuk kegiatan LDK dan pembinaan OSIS.

“Dari aula ini diharapkan lahir pemimpin hebat yang berkarakter seperti yang diharapkan oleh Prof. BJ Habibie,” ucap Nur Aziz.

Peringatan HUT ke-66 SMAN 1 hanya dihadiri oleh 22 orang

Ditambahkannya, bahwa legacy (warisan) dari pendiri sekolah diharapkan dapat diteruskan cita-cita dan perjuangannya.

Aziz menambahkan, selaku Kepala sekolah dirinya menyetujui pemberian nama Aula BJ Habibie. Hal itu antara lain karena keinginan Habibie untuk menghasilkan orang-orang hebat dari sekolah tersebut.

Habibie merupakan cucu Dr Tjitrowardojo, dokter pribumi pertama di Indonesia yang berasal dari Purworejo. Tjitrowardojo juga merupakan dosen pertama di sekolah kedokteran STOVIA waktu itu.

“Pengakuan Habibie yang merasa bangga karena dalam dirinya mengalir kental darah Jawa meskipun dirinya berasal dari Pare-pare Sulawesi Selatan, sangat kita apresiasi. Mudah-mudahan kita dapat meneruskan perjuangan mereka para pendiri kemerdekaan,” tandas Nur Aziz.

Dalam acara yang berlangsung singkat dan dilakukan secara lesehan itu juga dirangkai dengan pemotongan tumpeng oleh ketua komite yang diserahkan kepada kepala sekolah. Juga penandatangan prasasti Aula BJ Habibie oleh ketua komite. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *